Penjelasan Kemenkes soal 15 Kasus Diduga Hepatitis Akut di Indonesia

Merdeka.com - Merdeka.com - Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi meluruskan informasi soal 15 kasus Hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya di Indonesia. Dia menyebut, dari total kasus tersebut, 11 di antaranya merupakan suspek Hepatitis akut.

Hingga kini Kemenkes belum mengonfirmasi bahwa kasus hepatitis akut masuk ke Indonesia. Sejumlah penelitian masih terus dilakukan.

"Dari 15 kasus, 4 masih pending klasifikasi dan 11 suspek hepatitis akut," jelasnya kepada merdeka.com, Rabu (11/5).

Menurut Nadia, pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap 11 kasus suspek dan 4 pending classification Hepatitis akut itu.

Klasifikasi Kasus Hepatitis Akut

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan, WHO membagi definisi kasus Hepatitis akut menjadi tiga. Ditambah satu catatan khusus.

Pertama, kasus terkonfirmasi (confirmed) yang secara jelas belum ada definisinya. Definisi kasus terkonfirmasi belum ada, karena sampai sekarang dunia belum tahu pasti penyebab Hepatitis akut.

Kini, dunia membutuhkan penelitian terhadap lima aspek untuk menentukan definisi Hepatitis akut. Rincian aspeknya yakni apakah mungkin ada perubahan pada adenovirusnya.

Kemudian, apakah ada virus-virus lain yang juga bersama-sama berperan menimbulkan penyakit.

Faktor Lain

Apakah ada faktor lain seperti toksin, pencemaran makanan atau aspek lingkungan. Apakah mungkin ada hal tertentu pada pasien yang terkena penyakit ini.

Aspek terakhir, apakah mungkin adanya peningkatan kerentanan kepekaan anak-anak sesudah relatif rendahnya sirkulasi adenovirus selama pandemi Covid-19.

Definisi kasus Hepatitis akut kedua adalah probable. Probable dimaknai sebagai pasien yang menunjukkan gejala penyakit hepatitis akut (tanpa adanya virus hepatitis A sampai E) dengan kadar serum transaminase >500 IU/L (AST atau ALT) yang berumur di bawah 16 tahun.

Definisi ketiga yaitu Epi-linked atau ada hubungan epidemiologik. Kasus yang masuk kategori Epi-linked menunjukkan gejala penyakit Hepatitis akut (tanpa adanya virus hepatitis A sampai E), umur berapa saja, yang punya kontak erat/langsung (close contact) dengan kasus probable.

Selain ke tiga klasifikasi tersebut, WHO memberi catatan khusus. Jika pasien ada gejala dan keluhan sesuai Hepatitis tetapi hasil laboratorium serologi untuk mendeteksi virus A sampai E belum ada dan masih menunggu, maka dapat disebut sebagai pending classification. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel