Penjelasan Ketua Gugus Kuratif COVID-19 Terkait Isu Rokok Sampoerna

Liputan6.com, Surabaya - PT HM Sampoerna Tbk  telah mengeluarkan keterangan tentang karantina produk rokoknya dalam waktu lima hari sebelum ke pasaran. Keterangan ini terkait kejadian ada karyawannya yang positif terinfeksi COVID-19.

Ketua Gugus Kuratif COVID-19 Jatim, Joni Wahyuhadi menuturkan, ilmuwan terus mengembangkan penelitian mengenai virus Sars-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19. Ia menuturkan, dari hasil penelitian daya tahan virus di media kertas sekitar tiga jam.

"Semua para ahli mengatakan ini makhluk baru. Walaupun ada nenek moyangnya tapi ini baru," ujar Joni di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu malam, 2 Mei 2020.

Berbagai percobaan dalam dunia ilmu pengetahuan tentang virus ini terus dikembangkan mengikuti kaidah-kaidah ilmiah.

"Jadi kalau baca di banyak media, ada yang tahan di baju sekian lama dan tahan di kulit sekian lama, semuanya itu berdasarkan percobaan mereka atau asumsi mereka," ujar dia.

Sejauh ini, lanjut Joni, ia belum pernah melihat ada multi center study. Menurut penelitian, perilaku virus Sars-CoV-2 bisa terus berkembang. Karena virus corona baru merupakan hal baru. Namun secara prinsip, virus hanya akan hidup di benda hidup.

"Jadi perilaku virus itu, secara prinsip dia hanya hidup di benda hidup. Itu keyword-nya," ucap Joni. 

Joni mengatakan, kalau virus COVID-19 ini tidak di benda hidup, virus ini akan mengakhiri hidupnya. COVID-19 ini bukan benda hidup, virus ini menggunakan protein kemudian dibungkus oleh lemak.

"Jadi dia akan mati kalau lemaknya degradasi. Ini sumber dari penelitian mereka atau asumsi mereka," ujar Joni. 

 

Selanjutnya

Konferensi pers perkembangan kasus virus corona baru yang memicu COVID-19 di Gedung Grahadi, Sabtu (2/5/2020) (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Berdasarkan penelitian pula, virus pemicu COVID-19 bisa bertahan hidup di atas benda mati dalam waktu terbatas. "Bisa dilihat di mana dia bisa bertahan hidup dalam tanda petik. Kalau di paper tiga jam,  tapi jangan percaya 100 persen dengan tiga jamnya. Ini retorika," ucap Joni. 

Joni melanjutkan, kemudian di uang kertas, COVID-19 bertahan selama empat hari, di karton 24 jam, baju 2 hari, stainless steel 2 sampai 3 hari, dan gelas 4 hari. Maka jika ada pasien melakukan isolasi mandiri, gelasnya harus sendiri harus dicuci dengan sabun supaya lemaknya rusak. Sehingga Covid-19 bisa hilang. 

"Penelitian ini masih belum 100 persen benar. Melainkan sebuah asumsi penelitian. Makanya karena ini barang baru COVID-19 akan terus berkembang dan saya yakin suatu saat akan ada ilmu yang hampir mendekati kepastian. Jadi kalau rokoknya itu dibungkus oleh paper atau tissue paper ya itu jamnya menurut penelitian. Nanti cari jurnal lagi," ujar Joni.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini