Penjelasan Lengkap Kapolri soal Periksa 3 Jenderal hingga Bintara di Kasus Brigadir J

Merdeka.com - Merdeka.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmennya dalam pengungkapan kasus kematian Brigadir J. Dia memegang teguh perintah Presiden Jokowi untuk membuat kasus ini terang benderang.

Sigit mengatakan, sudah ada 25 personel yang telah diperiksa oleh Tim Khusus. Mereka diperiksa atas dugaan tidak profesional dalam menangani kasus kematian Brigadir J di rumah Kadiv Propam, Irjen Pol Ferdy Sambo 8 Juli lalu.

"Ini kita periksa terkait dengan ketidakprofesionalan dalam penanganan TKP dan juga beberapa hal yang kita anggap itu membuat proses olah TKP dan juga hambatan-hambatan dalam hal penanganan TKP dan penyidikan. Yang tentunya kita ingin semua berjalan dengan baik," jelas Sigit dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/8).

Berikut penjelasan lengkap Kapolri:

Sesuai dengan arahan Bapak Presiden beberapa waktu lalu. Bahwa beliau memerintahkan kepada kami untuk membuka secara transparan, jujur. Sehingga proses penyidikan ini betul-betul bisa dipahami dan masyarakat tentunya menginginkan bahwa proses penyidikan yang dilakukan transparan.

Beberapa waktu lalu kita sudah laksanakan penonaktifan. Kemudian juga kita buka ruang untuk melaksanakan autopsi ulang, dan kemarin telah dilaksanakan penetapan tersangka.

Nanti pak Kabareskrim akan menjelasakan. Namun, malam ini saya akan menjelaskan beberapa informasi yang kita dapat dari pemeriksaan Timsus.

Karena ini juga menjadi penting bagi masyarakat yang beberapa waktu lalu mungkin menanyakan masalah terkait CCTV rusak yang tentunya ini juga menjadi hal-hal yang harus kita jelaskan.

Jadi Timsus yang dipimpin Irwasum telah memeriksa 25 personel dan proses masih terus berjalan.

Dimana 25 personel ini kita periksa terkait dengan ketidakprofesionalan TKP dan beberapa hal yang kita anggap itu membuat proses olah TKP dan juga hambatan-hambatan dalam hal penanganan TKP dan penyidikan yang tentunya kita ingin bahwa semuanya bisa berjalan baik.

Kita telah memeriksa 3 personel pati bintang 1, kombes 5 personel, AKBP 3 personel, Kompol 2 personel, Panma 7 personel, Bintara dan Tamtama 5 personel.

Dari kesatuan Div Propam, Polres, dan juga ada beberapa personel dari Polda dan Bareskrim. Tentunya kita ingin semua proses bisa berjalan baik.

Terhadap 25 personel yang saat ini telah dilakukan pemeriksaan, kita akan menjalankan proses pemeriksaan terkait dengan pelanggaran kode etik.

Dan tentunya apabila ditemukan adanya proses pidana, kita juga akan memproses pidana yang dimaksud. Dan malam hari ini saya akan keluarkan TR khusus untuk memutasi. Dan tentunya harapan saya proses penanganan tindak pidana terkait meninggalnya Brigadir Yosua ke depan akan berjalan baik.

Dan saya yakin Timsus akan bekerja keras dan kemudian menjelaskan kepada masyarakat dan membuat terang peristiwa yang terjadi. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel