Penjelasan Pindah ke TV Digital Bisa Dapat Banyak Siaran

Merdeka.com - Merdeka.com - Keunggulan siaran tv digital dibandingkan dengan analog salah satunya adalah kualitas video dan audio yang mumpuni. Masyarakat pun disuguhkan dengan aneka tayangan dari beragam stasiun televisi. Andi, salah seorang warga Serpong, Tangerang Selatan, menuturkan setelah berpindah ke siaran tv digital, ia merasa puas lantaran gambar dan suara yang dihasilkan begitu jernih

"Gambarnya yang jelas bening. Gak kayak tv analog yang banyak semutnya. Terus juga banyak nangkap siaran tv-tv lain yang gak pernah kita lihat," kata dia kepada Merdeka.com.

Pernyataan Andi tentang ragam siaran tv yang bisa dinikmati itu memang fakta. Di wilayah Jabodetabek terutama, terdapat sekitar 42 channel stasiun televisi yang disuguhkan bagi masyarakat. Mulai dari SCTV, Indosiar, Mentari TV, Moji TV, sampai channel stasiun televisi lokal Jabodetabek.

Lalu, mengapa tv digital bisa dapat banyak siaran dibanding saat menggunakan tv analog?

Agung Harsoyo, pengamat teknologi dari ITB turut menjelaskan. Menurut dia, dari sisi teknis banyak efisiensi yang terjadi ketika menggunakan tv digital yang berdampak terhadap aneka siaran televisi yang bisa dinikmati masyarakat. Ia menganalogikan hal teknis seperti lebar pita frekuensi laiknya jalan tol.

"Sederhananya begini, dengan teknologi siaran tv digital lebar jalan frekuensi yang digunakan bisa dimaksimalkan. Dengan lebar jalan frekuensi 8 Mhz bisa digunakan untuk 8-10 siaran. Maka bisa menikmati ragam tayangan televisi," kata dia kepada Merdeka.com melalui sambungan telepon, Kamis (17/11).

Sementara, kata dia, jika menggunakan teknologi analog akan terlalu banyak memakan lebar jalan frekuensi. Sehingga dampaknya akan terasa pada banyaknya siaran televisi yang diterima. Berbeda dengan tv digital yang mampu mengompresi data yang ditransmisikan.

"Kalau analog membuka jalan yang cukup lebar. Jadi untuk mentransimikan sinyal suara analog, butuh pita frekuensi yang lebar. Tetapi, begitu didigitalkan, maka dengan adanya kompresi, hanya butuh lebar jalan yang sedikit saja. Demikian pula dengan video. Jadi ini terjadi efisiensi," ungkap mantan komisioner Badan Regulasi dan Telekomunikasi Indonesia (BRTI).

Selain itu, teknologi tv digital memiliki sifat bisa memperbaharui sinyalnya. Maksudnya, jika sinyal tv analog dikirim ke satu titik di muka bumi, lalu ditransmisikan ke jarak yang relatif jauh, maka sepanjang perjalanan pasti ada gangguan. Sesampainya sinyal di lokasi tujuan, sistem akan melakukan dua hal yakni filtering dan penguatan untuk memungkinkan gambar dan suara bisa jernih.

"Sedangkan digital, namanya regenerative. Jadi tetap ada noise di perjalanan, tetapi di tempat tujuan bisa diregenerasi. Maka itu, siaran tv digital punya kualitas yang bagus dan bermutu tinggi," terang dia. [faz]