Penjelasan Polda Bali Terkait Viral Pemeran Video Porno Gunakan Kebaya

Merdeka.com - Merdeka.com - Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto menegaskan bahwa video porno seorang perempuan berkebaya merah dan laki-laki yang hanya mengenakan handuk bukan terjadi di Pulau Bali.

"Hasil penyelidikan sementara ini, dari Ditkrimsus menyampaikan hasil profiling terkait video itu, tidak ada di Bali. Itu di luar Bali," kata Kombes Bayu, saat dihubungi Kamis (3/11).

Kendati demikian, pihaknya tetap melakukan upaya penyelidikan walaupun penyampaian Ditkrimsus Polda Bali dari hasil profiling bukan terjadi di Bali.

"Lokasinya belum pasti dan intinya di luar Bali. Makannya, kita tetap upaya penyelidikan dan posisinya nanti dimana, kita sampaikan ke pihak kepolisian yang ada di situ," ujarnya.

Seperti yang diberitakan, sebuah video porno yang berdurasi 16 menit menjadi viral di media sosial. Di video itu terlihat seorang perempuan yang menggunakan kebaya merah dan seorang laki-laki yang hanya mengenakan handuk.

Dalam video itu, pasangan itu memakai topeng yang menutupi area wajah dan mata dan mereka melakukan adegan dewasa dan diduga video itu sendiri dibuat berdasarkan skenario yang seolah-olah itu terjadi antara karyawati hotel dan tamu hotel.

Kendati kebaya yang dipakai identik dengan pakaian adat di Bali, namun belum diketahui dimana lokasi pasti dan tanggal pembuatan video itu.

Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Bali AKBP Nanang Prihasmoko mengatakan, bahwa untuk video itu masih dilakukan penyelidikan apakah benar itu terjadi di Bali atau di luar Bali.

"Nah itu masih kita selidiki apakah dia Bali dan di luar Bali. Kita belum bisa konfirmasi pastinya," kata dia, saat dihubungi Rabu (2/11).

Ia juga menyebutkan, bahwa video itu juga sudah tersebar dimana-mana dan di jejaring grup WhatsApp pihaknya masih melakukan penyelidikan. "Kita taunya juga dapat di grup-grup itu dan sudah menyebar kemana-mana," ujarnya. [ded]