Penjelasan Polisi soal Mobil Patroli Polisi Kabur Usai Tabrak Pemotor

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepolisian Resor Parepare mengungkap mobil patroli polisi yang menabrak pengendara motor di Jalan Samparaja Kecamatan Ujung, Kota Parepare. Terungkap mobil polisi tersebut merupakan kiriman dari Mabes Polri untuk Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo dan dibawa oleh sopir dari pihak ekspedisi.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulsel, Komisaris Besar Komang Suartana mengatakan, mobil polisi tersebut merupakan milik Polda Gorontalo yang baru dikirimkan dari Aslog Mabes Polri melalui Pelabuhan Makassar. Dia mengaku saat terjadinya kecelakaan di Parepare, mobil masih dalam penguasaan pihak ekspedisi.

"Mobil tersebut pada saat kecelakaan masih dikendarai oleh pihak ekspedisi yang bertanggungjawab membawa mobil kendaraan Polri tersebut ke Polda Gorontalo yang mendapatkan tambahan kendaraan dinas," ujarnya melalui pesan WhatsApp, Rabu (9/11).

Dia menjelaskan, saat terjadi kecelakaan, sopir mobil polisi berinisial IS tersebut ketakutan karena warga di lokasi datang. Akhirnya, sopir melarikan diri dan bukan menolong pengendara motor yang ditabrak.

"Sopir saat itu langsung kabur dan membawa kendaraan Polri tersebut ke Polres Parepare. Dia menyerahkan diri," ujarnya.

Sementara Kapolres Parepare, Ajun Komisaris Besar Andiko Wicaksono menambahkan, mobil polisi yang menabrak pengendara motor bukan dari unit patroli dinas Polres Parepare. Ia mengaku mobil tersebut merupakan pengadaan baru dari Mabes Polri untuk Polda Gorontalo.

"Setelah Kita telusuri dan ternyata ada pendistribusian barang pengadaan baru dari Mabes Polri kepada beberapa Polda yang ada di Sulawesi melalui Pelabuhan Makassar. Barang itu ternyata ada tanda khusus di pelabuhan, yang mana ciri khususnya itu didapatkan dari Pelabuhan Makassar apabila dia mengeluarkan barang," bebernya.

Dia mengaku sopir yang membawa mobil dinas Polri tersebut adalah dari pihak ekspedisi. Ia menegaskan, sopir inisial IS tersebut bukan anggota Polri.

"Drivernya pun yang dipekerjakan oleh ekspedisi, bukan anggota Polri," tuturnya.

Andiko menyayangkan sikap sopir ekspedisi tersebut yang tidak menolong pengendara motor yang ditabrak. Untuk proses hukum, pihaknya menyerahkan kepada korban.

"Jadi nanti kalau memang seumpamanya dari pihak ekspedisi ternyata menunjukkan tanggungjawabnya, pihak korban terima dan tak ada lagi rasa ingin menuntut atau saling tuntut, maka tidak menutup kemungkinan nanti kami selesaikan secara RJ (restorative justice)," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah mobil polisi diduga kabur usai menabrak pengendara motor di Jalan Samparaja Kecamatan Ujung, Kota Parepare terekam CCTV dan viral di media sosial (medsos). Identitas pengendara motor menjadi korban yakni Hasbi dan Muh Hidayat yang saat itu berboncengan. [fik]