Penjelasan Polisi soal Pemuda Tewas Usai Tertabrak TransJakarta

Agus Rahmat, Foe Peace Simbolon
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pihak kepolisian mengungkapkan, detik-detik kecelakaan yang melibatkan bus TransJakarta dan seorang pejalan kaki di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat pada Senin 12 April 2021.

Menurut Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Polisi Lilik Sumardi, kejadian nahas ini terjadi sekitar pukul 10.45 WIB.

Saat itu, bus TJ (TransJakarta) yang dikemudikan Helmi melintas dari arah Selatan ke Utara di Jalan Kramat Raya. Korban saat itu melintas jalur yang dilewati TJ tersebut. Korban menyeberang jalan dekat lampu merah Raden Saleh.

Baca juga: Kapolda Metro: Nekat Gelar Sahur On The Road, Akan Kami Tindak

Karena kondisi sudah terlalu dekat antara korban dengan bus TJ, maka kecelakaan tidak bisa terhindarkan. Korban tertabrak bus bernomor polisi B 7405 TGB itu.

"Korban bernama Angga Sutisna," ucap Lilik kepada wartawan, Senin 12 April 2021.

Hingga kini, belum diketahui penyebab pasti kecelakaan. Polisi masih menyelidiki kejadian ini. Korban sendiri meninggal dunia di lokasi, sebelum dapat pertolongan karena mengalami luka pada bagian kepala.

"Jenazah korban sudah dibawa ke RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo)," katanya lagi.

Sebelumnya diberitakan, seorang pemuda tewas usai ditabrak bus saat sedang menyeberang di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Senin, 12 April 2021.

Korban yang belum diketahui identitasnya diketahui hendak menyeberang dari arah Jalan Kramat Raya menuju ke Jalan Raden Saleh.

Warga yang melintas berusaha berhenti untuk melihat kejadian nahas tersebut. Akibatnya, arus lalu lintas di lokasi kejadian sempat mengalami kemacetan padat.

Korban tergeletak di pinggir jalan mengenakan celana panjang berwarna coklat dan sweater berwarna hitam. Korban mengalami luka dengan darah berceceran di sampingnya.

Helmi, saksi mata yang mengendarai bus tersebut mengatakan, korban nekat menyeberang jalan tanpa menggunakan jembatan penyeberangan orang (JPO). Korban menyeberang tanpa melihat kiri dan kanan jalan, sehingga tabrakan tersebut pun tak terelakan.

"Dia enggak sadar ada bus melintas, soalnya enggak lihat kiri kanan jalan. Dia lari kencang, saya aja kaget lihatnya. Salahnya di situ (tidak menggunakan JPO)," kata Helmi.