Penjelasan RSUD Sayang Rawat Korban Gempa Cianjur di Luar Ruangan

Merdeka.com - Merdeka.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang di Kabupaten Cianjur menjadi salah satu tempat berpusatnya perawatan korban gempa. Saat ini, korban yang dirawat sisa 86 orang dari semula hampir 656 pasien pada hari pertama gempa terjadi.

Plt Direktur Utama RSUD Sayang Cianjur, Darmawan Setiabudhi Dahlan mengatakan banyak pasien yang akhirnya pulang setelah menjalani perawatan atau dirujuk ke rumah sakit di daerah lain.

Saat ini, sebagian besar aktivitas perawatan dilakukan di tenda darurat di luar gedung rumah sakit. Pihak rumah sakit masih menunggu hasil penilaian kelaikan gedung dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Meski demikian, bukan berarti layanan lain tidak beroperasi. Saat ini, poli layanan umum RSUD Cianjur sudah sebagian dibuka.

"(pengecekan kelaikan) dari KemenPUPR. Kalau kami kirim konsultan nanti bisa meleset," ucap dia.

"(Layanan poli umum) baru enam yang beroperasi. Sementara ini (yang lainnya) di tenda dulu," Darmawan melanjutkan.

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta semua yang bekerja di RSUD Cianjur memberikan fokus lebih kepada korban yang mengalami luka berat.

Selain itu, ia meninjau fasilitas yang masih bisa digunakan, sekaligus mendata dokter dari rumah sakit di daerah lain, terutama dokter bedah dan ortopedi.

"Dokter ortopedi dan bedah ini sudah datang ada dari RS Hasanuddin dsn RSHS Bandung," ucap dia. [ded]