Penjelasan Ustaz Abdul Somad Tentang Waktu Imsak

Ichsan Suhendra, Isra Berlian
·Bacaan 1 menit

VIVA – Makan sahur dianjurkan bagi umat muslim yang akan menjalankan ibadah puasa. Sahur memiliki manfaat bagi kita agar nutrisi yang dibutuhkan tubuh tetap terjaga sehingga badan menjadi kuat dan tetap bugar meski sedang berpuasa.

Rasulullah SAW menganjurkan untuk makan sahur karena mengandung keberkahan. Nabi juga bersabda, orang yang makan sahur didoakan malaikat. Ustaz Abdul Somad, atau kerap disapa UAS menyebut meminum air saat sahur pun juga tidak masalah.

"Jangan sampai tak sahur tak mau seteguk air pun jadi. Bersahurlah. Karena dalam sahur ada barokah," kata UAS seperti dikutip dari tayangan YouTube Mustika Islam.

Berbicara sahur, tidak sedikit dari kita yang masih bingung apakah masih bisa bersantap sahur ketika imsyak sudah tiba. Terkait dengan hal ini UAS menjelaskan tentang imsak. Dijelaskannya, imsyak artinya adalah menahan mulut untuk tidak makan, minum.

"Di mazhab Syafii ada imsak, artinya menahan di tahan mulut untuk tidak makan, minum. Di zaman nabi Muhammad belum ada jam jadi cara mengukurnya 50 ayat. Alhamdulillah ada jam di agak-agak 50 ayat itu 10 menit. Jadi kalau subuhnya jam 05.57 makanya jam 05.47, 10 menit sebelum adzan subuh berhenti makan minum itu dinamakan imsak," kata UAS.

Namun imsyak bukan berarti lampu merah bagi kita. Dijelaskan UAS umat muslim masih bisa bersantap sahur.

"Tapi imsyak bukanlah lampu merah artinya yang terbangun terlambat terbangun pas dengar imsak dia masih boleh makan, yang tak boleh itu ketika adzan," jelas UAS.

Lebih lanjut UAS menjelaskan saat adzan subuh berkumandang, namun masih ada air atau makanan di dalam mulut maka harus dikeluarkan. Sebab jika tertelan maka puasanya saat itu batal.

"Ada air atau makanan di mulut maka muntahkanlah keluarkan karena sampai di telan batal puasanya sesuai dengan dalil 'makanlah minumlah, sampai terbit fajar shadiq (adzan subuh)' kalau adzan subuh tertelan berati batal puasanya," jelas UAS.