Penjelasan Wali Kota Cilegon soal Kisruh Penolakan Pembangunan Gereja di Wilayahnya

Merdeka.com - Merdeka.com - Viral video Wali Kota Cilegon Heldy Agustian menandatangani penolakan pembangunan gereja di wilayahnya. Heldy membenarkan penandatanganan itu atas dasar memenuhi keinginan masyarakat Kota Cilegon.

"Terkait dengan penandatangan bersama yang dilakukan pada hari Rabu tanggal 7 September tahun 2022, perlu disampaikan bahwa hal tersebut adalah memenuhi keinginan masyarakat Kota Cilegon yang terdiri dari para ulama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan organisasi masyarakat karena belum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," jelas Heldy dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (8/9).

Heldy menjelaskan Pemerintah Kota Cilegon belum pernah menerima permohonan pendirian rumah ibadah. Pada hari Selasa tanggal 6 September tahun 2022, kata dia, panitia hanya menyampaikan informasi proses persyaratan pembangunan rumah ibadah yang belum terpenuhi sebagaimana di atur dalam Peraturan Bersama Menteri Agama Dan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 dan 9 tahun 2006.

"Persyaratan-persyaratan yang belum terpenuhi dalam pengajuan perizinan pembangunan rumah ibadah, di antaranya, validasi dukungan masyarakat sekitar dari kelurahan, rekomendasi kantor Kemenag Kota Cilegon dan rekomendasi dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)," jelas dia.

"Setelah persyaratan tersebut terpenuhi, barulah panitia mengajukan permohonan izin pembangunan tempat ibadah melalui OSS sesuai undang-undang cipta kerja," tambah dia. [ded]