Penjual kurban diimbau semprotkan disinfektan ke pembeli

Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) mengimbau kepada penjual hewan kurban untuk menyemprotkan disinfektan kepada pembeli guna mencegah penularan virus penyakit mulut dan kuku (PMK) dari manusia ke hewan.

"Penyemprotan desinfektan kepada pembeli yang masuk. Tidak hanya tangan tetapi seluruh tubuh," kata Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur, Ali Nurdin, di Jakarta, Selasa.

Ali menambahkan, meski manusia tidak dapat tertular PMK, namun virus tersebut dapat menempel pada tubuh dan menular kepada hewan kurban.

Ali mengatakan penerapan biosekuriti yang ketat di tempat penjualan hewan kurban perlu dilakukan untuk mencegah penularan PMK.

"Kalau bisa disiapkan tempat perendaman kaki (foot deep) sehingga alas kaki juga dapat dilakukan disinfeksi," ujar Ali.

Lebih lanjut, dia mengatakan pihaknya menyatakan telah melakukan pemeriksaan rutin di tempat penjualan hewan kurban untuk mencegah penyebaran PMK.

"Kami sudah rutin pemantauan dan pengecekan kesehatan hewan," katanya.

Baca juga: Pemkot Jakpus larang penjualan hewan kurban di fasilitas umum
Baca juga: Pemkot Jaksel periksa seluruh penampungan hewan kurban antisipasi PMK

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel