Penjual yang Baik itu Pintar Nanya, Bukan Pintar Bicara

Dian Lestari Ningsih, PojokSeni
·Bacaan 1 menit

VIVA – Suatu hari yang cerah di sebuah mall, seorang wanita muda mendekati pria setengah baya yang sedang berjalan dengan anaknya. Wanita itu langsung berkata, "Bapak, lihat motor terbaru dari kami di lantai 2." Dan tentu saja, pria dan anaknya tidak merespon itu.

Belum patah semangat, wanita itu kembali mendekati mereka berdua dan bicara, "bannya sudah diperbaharui sehingga bisa melintasi berbagai medan. Tentu saja, mesinnya juga didesain anti banjir." Bapak dan anak tetap saja tidak merespon. Wanita itu tetap berbicara sekuat tenaga.

Semua kelebihan motor itu disampaikannya dan ia terhenti karena capek. Lalu, ia pergi menjauhi kedua orang itu. Apa masalahnya? Wanita itu mungkin pintar berbicara, tapi bukan penjual yang baik. Kenapa? Karena wanita itu mengejar target yang random tanpa mengetahui apakah mereka itu berpotensi jadi kostumer atau tidak. Si bapak yang sedang dikejar-kejarnya tadi sudah memiliki tiga unit sepeda motor di rumah.

Ia tidak berniat untuk membeli sepeda motor lagi. Jadi, sampai kapanpun wanita itu berbicara, tetap saja bapak itu tetap tidak akan bergeming. Lain waktu, pria dan anaknya pergi lagi ke Mall. Seorang wanita muda yang lain mendekatinya dan bertanya, "bapak apakah bapak sedang memerlukan sebuah koper? Atau mungkin sedang bingung koper apa yang tepat?"

SUMBER ASLI