Penjualan Adira Finance Anjlok 53 Persen Selama Pandemi Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk atau Adira Finance mencatat penjualan produk industri otomotif selama pandemi covid-19 hingga September 2020 mengalami penurunan hingga 53 persen.

“Penjualan kita kalau dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu memang bervariasi angkanya 40-50 persen (mobil baru/bekas, motor baru/bekas ) secara total turun 53 persen,”kata Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila dalam Paparan Publik tahunan 2020 PT Adira Dinamika Multi Finance TBK, Selasa (3/11/2020).

Ia menegaskan jika dilihat per produk baik itu motor baru/bekas dan mobil baru/bekas, semuanya mengalami penurunan. Apalagi di kuartal II 2020, perekonomian Indonesia lumpuh sementara karena kebijakan PSBB.

“Memang salah satu dampaknya adalah karena kegiatan ekonomi pada kuartal II 2020 hampir lumpuh karena lockdown dan itu berdampak terhadap daya beli masyarakat dan mobilitas dari konsumen,” jelasnya.

Pihaknya mengakui jika tahun 2020 ini sangat menantang bagi industri multifinance di Indonesia, karena dampak pandemi covid-19 yang signifikan membuat berbagai sektor usaha terganggu.

‘Saya kira hampir semua pemain bisnis mengalami kendala yang sama terutama di kuartal II, dan di kuartal III mulai recovery tapi masih jauh dibawah kondisi normal,” ujarnya.

Kendati mengalami penurunan penjualan yang cukup signifikan, dirinya mengakui daya tahan Adira Finance cukup kuat sehingga sampai saat ini mampu bertahan dan mencatat laba hingga Rp 814 miliar.

Industri Otomotif Lesu, Laba Adira Finance Anjlok 42,6 Persen

Begini Pentingnya Memilih Asuransi Kendaraan Saat Mudik (Adira Insurance)
Begini Pentingnya Memilih Asuransi Kendaraan Saat Mudik (Adira Insurance)

PT Adira Dinamika Multi Finance TBK atau Adira Finance mencatat laba bersih hingga kuartal III 2020 sebesar Rp 814 miliar atau turun 42,6 persen dibandingkan tahun 2019.

“Sejalan dengan himbauan OJK kita sudah melakukan restrukturisasi sampai Rp 18,6 triliun, sehingga sampai September 2020 laba kami tutup mencapai Rp 814 miliar atau turun 42,6 persen dibandingkan 2019,” kata Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli, dalam Paparan Publik tahunan 2020 PT Adira Dinamika Multi Finance TBK, Selasa (3/11/2020).

Kata Hafid, hal tersebut dipengaruhi penjualan industri otomotif yang mengalami penurunan yang cukup tajam selama pandemi covid-19.

Pihaknya mencatat penjualan mobil sampai dengan September 2020 dibanding tahun lalu turun 46 persen menjadi 400.7000 unit. Sedangkan untuk roda dua, penjualannya turun 40 persen menjadi 2,9 juta unit sampai dengan September 2020.

“Sejalan dengan itu juga penjualan kami mengalami penurunan, dimana penjualan kami sampai dengan September hanya Rp13,2 triliun turun 5,3 persen. Piutang Kelola kami turun menjadi 46,1 triliun 14 persen YoY,” ujarnya.

Kendati mengalami penurunan penjualan yang cukup signifikan, dirinya mengakui daya tahan Adira Finance cukup kuat sehingga sampai saat ini mampu bertahan dan mencatat laba hingga Rp 814 miliar.

“Kita mengalami penurunan penjualan tapi kalau dari sisi daya tahan adira kita cukup kuat, dari likuiditas kita didukung oleh bank Danamon dan induk perusahaan kami yang memberikan pinjaman standby sampai dengan USD 280 juta atau lebih dari Rp 4 triliun kalau kami butuhkan,” ujarnya.

Meskipun penjualan mengalami penurunan, pihaknya tetap berupaya menjaga kualitas dari aset-aset Adira Finance.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: