Penjualan Balon Helium di Disneyland Tokyo Dihentikan

Tokyo (AFP/ANTARA) –Disneyland Tokyo menghentikan penjualan balon helium yang berbentuk seperti Mickey Mouse dan karakter lainnya, dikarenakan seluruh dunia sedang mengalami kekurangan gas yang lebih ringan udara tersebut, ujar operator taman bermain itu pada Selasa.


Balon yang sangat disukai itu ditarik dari penjualan pada pekan lalu, ujar seorang juru bicara, karena perusahaan mengalami kesulitan mengamankan pasokan yang stabil.


“Pengiriman pesananan kami tidak terpenuhi” karena para penyuplai menemukan kesulitan untuk mendapatkan gas tersebut, ujar seorang pejabat di Oriental Land Co, yang mengoperasikan Disneyland dan taman Disneysea yang berada di depannya.


“Belum ada banyak pertanyaan dari para pengunjung. Kami akan melanjutkan penjualan balon-balon tersebut secepat kami dapat mengamankan pasokan,” ujarnya.


Helium berasal dari sejumlah gas alami yang relatif kecil, dengan Amerika Serikat yang telah lama menjadi produsen utama para konsumen di Jepang.


Gas tersebut terutama digunakan sebagai pendingin untuk alat-alat industri dan medis, terutama untuk pemindai MRI.


Krisis helium global menjadi masalah di antara para produsen MRI selama beberapa tahun terakhir, namun menjadi lebih akut pada beberapa bulan yang lalu, ujar surat kabar Nikkei pada Senin.


Meningkatnya permintaan untuk gas tersebut yang digunakan dalam sektor MRI dan IT, serta kesulitan dalam sektor produksi di AS, diduga menjadi penyebab kekurangan gas itu, menurut harian bisnis tersebut. (dh/ml)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.