Penjualan Bayi di Batam Fenomena Luar Biasa

TRIBUNNEWS.COM,BATAM--Kasus penculikan sekaligus penjualan bayi di Batam yang terendus dua hari lalu menjadi bukti adanya fenomena luar biasa mengenai trafficking.

Bagi Puttu Elvina, Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri, selama ini kasus penjualan anak sudah kerap terjadi. Hanya saja, menurut Puttu, baru terbatas pada lingkup individual dan bukan dalam cakupan sindikat. Namun jika dilakukan dengan lebih dulu menculik dari bidan, itu sudah luar biasa.

"Selama ini yang terbaca dari laporan yang masuk ke kami, masih berada pada
taraf induvidual. Seseorang jual anaknya ke orang lain karena kesulitan
kebutuhan ekonomi. Kami belum temukan kasus yang sampai ke sindikat, apalagi
penculikan. Itu sudah luar biasa," ungkap Puttu, Jumat (16/11).

Menurut Puttu, selama ini yang rentan terjadi adalah penjualan anak remaja. Kini jika bayi sudah diperjualbelikan, hal itu sangat memprihatinkan.

Puttu berharap agar pihak kepolisian menindak tegas terhadap para pelaku penjualan (trafficking) anak ini. Harapan ini sampai dimunculkan karena sepengetahuannya ada beberapa kasus serupa yang tidak dilanjutkan dengan berbagai alasan, entah karena tak cukup barang bukti atau karena pelakunya melarikan diri.

"Kalau Polda dan jajarannya harus bisa ambil langkah konkret sehingga kasus ini
tidak lalu meresahkan masyarakat. Saya berharap pihak polisi menerapkan
pasal-pasal trafficking kepada para pelakunya sehingga mata rantai kasus ini
bisa terungkap. Karena kasus ini bersifat Lex Spesialis. Dengan demikian,
keresahan masyarakat pun bisa teratasi; masyarakat butuh kepastian hukum," katanya.(tom)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.