Penjualan Beberapa Pengembang Masih Oke Saat Pandemi

RumahCom – Pandemi Covid-19 telah memukul penjualan produk properti kalangan pengembang. Tapi di tengah situasi wabah ini nyatanya masih ada pengembang yang bisa bertahan dan membukukan transaksi penjualan cukup baik. Seperti apa strateginya?

Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah membuat bisnis properti sangat terpukul khususnya pada periode Maret-Juni 2020 saat wabah ini melanda. Namun di tengah berbagai kendala, ada saja pengembang yang masih bisa membukukan transaksi penjualan cukup baik dengan segera menerapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi perlambatan akibat wabah ini.

Salah satunya yaitu perumahan Citra Indah City (1.200 ha) di Jalan Raya Jonggol, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, hasil pengembangan Ciputra Group. Township yang dikembangkan sejak tahun 1990-an ini telah membangun sebanyak 45 klaster dan sudah dihuni sekitar 40 ribuan jiwa dan selama masa pandemi ini terbukti masih membukukan transaksi yang cukup baik.

“Awal pandemi pada bulan Maret catatan transaksi kami memang sempat turun dan kami langsung membuat penyesuaian-penyesuaian. Secara gross, penjualan turun rata-rata 20-25 persen tapi kondisinya terus membaik karena begitu masuk bulan April langsung naik lagi hampir 40 persen, Mei naik lagi, jadi kami masih cukup confident kendati situasinya seperti ini,” ujar Vivi Riberu, Marketing Manager Citra Indah City.

Citra Indah City menargetkan penjualan untuk produknya mencapai Rp250 miliar pada tahun ini dan hingga bulan Mei sudah tercapai sekitar Rp161 miliar. Optimisme terhadap capaian target karena banyak konsumen yang membutuhkan hunian dan di perumahan ini menyediakan produk hunian yang baik selain kuatnya branding dari nama Ciputra Group.

Rata-rata penurunan penjualan di kisaran 20 persenan juga dialami pengembang anak usaha BUMN PT Adhi Persada Properti saat masa pandemi ini. Menurut Direktur Marketing Adhi Persada Properti Wahyuni Sutantri, rata-rata penurunan selama ada pandemi terjadi pada periode Maret-Juni 2020.

Ketika sudah memutuskan beli rumah, penting untuk perhatikan pengembang perumahan tersebut. Seperti apa pengembang yang terpercaya? simak di video berikut ini!

“Periode penjualan sejak ada wabah Covid-19 memang turun tapi setelah penurunan itu juga trennya bisa terus meningkat lagi. Kami berikan berbagai kemudahan dan promo dengan terus memperkuat komunikasi dan promosi ke digital marketing kemudian melakukan penekanan kepada konsumen yang sudahh mengenal produk kami. Pada bulan Mei kami masih bisa membukukan penjualan yang cukup tinggi kendati masih sedikit di bawah target,” katanya.

Contoh kesuksesan penjualan lainnya juga dialami oleh PT Alam Sutera Realty Tbk, pengembang township Alam Sutera (800 ha) di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, yang meluncurkan produk komersial ruko Elevee Promenade sebanyak 43unit dan langsung habis hanya dalam beberapa hari dengan nilai transaksi mencapai Rp200 miliaran.

Menurut Direktur Marketing Alam Sutera Lilia Sukotjo, ada beberapa alasan kenapa produk ini bisa diminati saat situasi pandemi ini. Salah satunya yaitu timing yang tepat karena sudah cukup lama Alam Sutera tidak mengeluarkan produk komersial, lokasi yang berada di pusat kawasan komersial Alam Sutera, selain itu kawasannya dekat mal, kampus, dan kawasan hunian.

“Akhirnya produk ini juga sesuai dengan konsep tren new normal yang mendorong orang untuk bekerja dari rumah atau di dekat rumah. Hunian maupun aktivitas perkantoran sekarang harus walkable, mudah dijangkau, koneksi internet bagus, aman dan nyaman, dengan lingkungan yang sehat. Konsep-konsep ini ditunjang dengan cara bayar yang memudahkan dan terbukti bisa diterima pasar dengan baik,” bebernya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah