Penjualan daring naik, Garudafood optimalkan strategi "marketplace"

·Bacaan 3 menit

Emiten makanan dan minuman PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk akan terus mengoptimalkan strategi distribusi produk perseroan melalui lokapasar digital atau digital marketplace seiring dengan tren penjualan produk secara daring yang meningkat saat pandemi.

Direktur Garudafood Paulus Tedjosutikno mengatakan di satu sisi pandemi telah menimbulkan dampak domino yang cukup besar bagi sektor kesehatan maupun perekonomian Indonesia seperti perubahan perilaku masyarakat yang beralih ke transaksi digital.

Namun, di sisi lain, ada sisi positif yang bisa ditangkap sebagai peluang bisnis.

"Strategi marketplace ini juga menjadi new channel distribution baru yang terus kami optimalkan dalam menjangkau konsumen secara langsung. Selain itu, kami juga berharap hal ini dapat memberikan kemudahan, kenyamanan dan keamanan bagi konsumen dalam berbelanja produk-produk Garudafood terlebih di kondisi pandemi saat ini," ujar Paulus dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Paulus menuturkan sejak 2018, Garudafood mulai melakukan strategi kolaborasi terbuka atau open collaboration dengan berbagai marketplace business to business (B2B), baik dalam bentuk promo bersama (joint promo), jaminan ketersediaan pasokan, hingga kemitraan distribusi yang didukung oleh kekuatan jalur distribusi Garudafood yang tersebar di seluruh Indonesia.

Namun, ketika itu antusiasme konsumen di marketplace B2B belum menunjukkan tren yang menggembirakan.

Lain halnya ketika pandemi COVID-19 mulai melanda Indonesia satu setengah tahun lalu yang mana pemerintah mulai membatasi pertemuan secara fisik (social distancing) dan mobilitas masyarakat.

Hal tersebut membuat digital marketplace menjadi salah satu solusi yang cocok dalam situasi pandemi dan ikut berdampak pada peningkatan volume transaksi serta perluasan pengguna marketplace B2B. Perilaku mencari barang kulakan secara daring perlahan mulai terbentuk

Ia menyampaikan tren penjualan Garudafood dari 2018 hingga saat ini pada platform marketplace B2B tumbuh hampir enam kali lipat.

Selain mendukung pertumbuhan marketplace B2B dengan memberikan akses terhadap pasokan barang, Garudafood bersama Tokopedia membentuk kemitraan dengan merintis operasional perdana Mitra Tokopedia.

Emiten berkode saham GOOD itu bertindak sebagai partner logistik (4PL- Fourth Party Logistic) melalui platform B2B Mitra Tokopedia dengan 14 titik depo dan menjangkau lebih dari 130.000 mitra pengecer usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan maupun Lombok.

Melalui kerja sama tersebut, Garudafood mendorong secara aktif pemerataan distribusi produk serta memberikan kemudahan akses bagi toko atau warung untuk membeli produk-produk unggulan Garudafood.

Selain itu Garudafood juga memberikan jaminan keamanan terhadap kualitas produk yang dibeli oleh konsumen serta mengintegrasikan back end process mulai dari pasokan sampai pengiriman.

Selain Garudafood, PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) yang merupakan entitas anak Perseroan melalui produk olahan keju Prochiz dan TopChiz juga fokus mengembangkan jaringan distribusi dengan menggarap pasar daring. Sampai dengan 2021, tidak kurang dari empat marketplace yang telah menjalin kerja sama dengan KEJU yaitu Tokopedia, Shopee, JDID.com dan Blibli.com.

Meski KEJU baru secara resmi memasuki marketplace pada 2020, namun telah mencatat pertumbuhan yang cukup baik.

Dengan cukup banyaknya strategi pemasaran yang dijalankan, KEJU memproyeksikan pada 2021 pertumbuhan penjualan marketplace menjadi minimal tiga kali lebih besar dari tahun lalu.

Paulus menambahkan, pola kemitraan seperti itu juga sejalan dengan misi Garudafood khususnya dalam memberdayakan dan mendukung kemajuan pelaku usaha di Indonesia.

Garudafood berharap kemitraan melalui platform digital itu dapat memberi kemudahan dalam membuka akses lebih luas lagi kepada UKM warung atau toko untuk mendapat barang kulakan dengan harga standar distributor sehingga bisa meningkatkan daya saing UMKM serta memajukan ekonomi masyarakat.

"Ke depannya, Garudafood optimis dapat terus tumbuh dan mendukung perkembangan platform marketplace B2B untuk menjangkau lebih banyak lagi toko atau warung yang selama ini sulit dijangkau oleh distributor demi mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia," kata Paulus.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel