Penjualan Hyundai pada Agustus naik 12 persen di tengah krisis "chip"

Produsen mobil terbesar Korea Selatan Hyundai Motor Co mengatakan penjualan mereka naik 12 persen pada Agustus dibanding tahun sebelumnya meskipun kekurangan chip diperpanjang.

Seperti disiarkan Yonhap, Kamis (1/9), Hyundai menjual total 334.794 kendaraan pada Agustus, naik dari 300.004 unit setahun sebelumnya karena permintaan luar negeri yang kuat untuk modelnya, kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

Penjualan domestik turun 3,5 persen menjadi 49.224 unit dari 51.034 selama periode tersebut, sementara penjualan luar negeri naik 15 persen menjadi 285.570 dari 248.970, kata pernyataan itu.

Untuk menopang penjualan di semester kedua, Hyundai mengatakan pihaknya berencana untuk meluncurkan model all-electric IONIQ 6 dan model kompetitif lainnya di pasar global.

IONIQ 6 adalah model kedua yang disematkan dengan platform modular global listrik (E-GMP) EV-only milik Hyundai Motor Group setelah IONIQ 5 diluncurkan pada April tahun lalu.

Hyundai berencana memperkenalkan model SUV IONIQ 7 berbasis platform pada 2024. Untuk model all-electric-nya, Hyundai menggunakan nama alfanumerik seperti rival besarnya, BMW, yang modelnya diberi nama nomor seri 1-8.

Dari Januari hingga Agustus, penjualan turun 3,8 persen menjadi 2.544.681 mobil dari 2.644.649 unit selama periode yang sama tahun lalu.

Hyundai telah menetapkan target penjualan 4,32 juta unit untuk tahun ini, lebih tinggi dari 3,89 juta yang terjual tahun lalu.

Baca juga: Penjualan Hyundai dan Kia di AS turun karena isu "chip"

Baca juga: Penjualan Hyundai bulan Juli naik 4 persen meski kekurangan "chip"

Baca juga: Soal inden Stargazer, Hyundai jamin pabrik siap maksimalkan produksi