Penjualan Kendaraan Anjlok pada 2020, Saham ASII Tergelincir

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Saham PT Astra International Tbk (ASII) tertekan pada perdagangan saham Jumat, (5/2/2021). Harga saham ASII tertekan seiring pengumuman data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait penjualan kendaraan motor dan mobil pada 2020 yang merosot.

Berdasarkan data RTI,saham ASII merosot 1,61 persen ke posisi Rp 6.100 per saham. Saham ASII sempat dibuka naik 50 poin ke posisi Rp 6.250 per saham. Namun, penguatan saham ASII tidak bertahan lama. Saham ASII bergerak ke zona merah.

Saham ASII sempat ditransaksikan ke posisi tertinggi 6.250 dan terendah 6.050 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 8.442 kali dengan nilai transaksi Rp 215,5 miliar.

Investor asing beli saham Rp 95,1 miliar dan jual Rp 85,4 miliar. Di sisi lain, investor domestik beli saham ASII Rp 70,8 miliar dan jual Rp 80,6 miliar.

Sedangkan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,73 persen ke posisi 6.151,72. Sebanyak 307 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 176 saham melemah dan 142 saham diam di tempat.

Tekanan saham ASII itu terjadi di tengah pengumuman penjualan kendaraan di Indonesia.

Penjualan kendaraan di Indonesia turun hampir 50 persen pada 2020. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), penjualan mobil dan motor pada 2020 merosot karena dampak pandemi COVID-19.

“Penjualan mobil wholesale sekali lagi quartal to quartal naik tinggi 49,38 persen, tetapi year on year masih turun sebesar 41,83 persen,” ujar Kepala BPS Suhariyanto, Jumat, 5 Februari 2021.

Produksi Kendaraan

Mobil siap ekspor terparkir di PT Indonesia Kendaraan Terminal, Jakarta, Rabu (27/3). Pemerintah berencana memacu ekspor industri otomotif dengan harmonisasi skema PPnBM, yaitu tidak lagi dihitung dari kapasitas mesin, tapi pada emisi yang dikeluarkan kendaraan bermotor.  (Liputan6.com/Johan Tallo)
Mobil siap ekspor terparkir di PT Indonesia Kendaraan Terminal, Jakarta, Rabu (27/3). Pemerintah berencana memacu ekspor industri otomotif dengan harmonisasi skema PPnBM, yaitu tidak lagi dihitung dari kapasitas mesin, tapi pada emisi yang dikeluarkan kendaraan bermotor. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Suhariyanto mengatakan, seiring dengan penurunan penjualan mobil, produksi mobil juga mengalami penurunan. Secara year on year mengalami penurunan sebesar 38,09 persen.

"Dibadingkan dengan kuartal III 2020, terjadi peningkatan yang sangat besar 82,21 persen tetapi kalau dibandingkan yoy, produksi mobil ini mengalami penurunan yang cukup dalam yaitu 38,09 persen," paparnya.

Sementara itu, penjualan sepeda motor mengalami penurunan sangat tajam yaitu sekitar 49 persen secara tahunan. Hal ini berpengaruh terhadap konsumsi masyarakat golongan bawah.

"Penjualan sepeda motor yang mencakup konsumsi masyarakat lapisan bawah wholesale kuartal IV sebesar 786.502 unit. Artinya secara Q to Q turun 20,56 perseb dan bahkan kalau dibadingkan dengan posisi quartal IV 2019 penurunannya sangat jump sebesar 49,83 persen," tandasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini