Penjualan Motor di Indonesia Anjlok

·Bacaan 1 menit

VIVASepeda motor menjadi salah satu alat transportasi, yang sangat digemari di Indonesia. Selain praktis dikendarai, kendaraan beroda dua ini juga efektif menembus kemacetan lalu lintas.

Karena ukurannya yang kecil, motor bisa melewati jalan kecil atau gang saat jalur utama mengalami antrean panjang. Kuda besi ini juga efektif untuk perjalanan jarak dekat, misalnya berbelanja ke pasar atau minimarket.

Sebelum adanya pandemi, angka penjualan motor di Tanah Air bisa mencapai lebih dari enam juta unit per tahun. Dari angka tersebut, model yang paling laku adalah skuter matik dengan pangsa pasar lebih dari 80 persen.

Namun pada tahun lalu, angka distribusinya dari pabrik ke diler hanya menunjukkan 3,6 juta unit saja. Informasi ini disampaikan oleh Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia atau AISI, dikutip VIVA Otomotif Jumat 18 Juni 2021.

Pada tahun ini, angkanya belum juga membaik. Selama lima bulan pertama di 2021, pengiriman unit motor ke diler baru mencapai dua jutaan unit saja. Bahkan, Mei menjadi bulan yang paling sedikit distribusinya.

Pada bulan tersebut, unit yang dikirim ke diler dari lima merek motor yang tergabung dalam AISI hanya sebanyak 254.710 unit saja. Jumlah tersebut turun 46 persen dari bulan sebelumnya, yang tercatat ada di angka 472.889 unit.

Salah satu penyebab angkanya bisa turun drastis, yakni karena jumlah hari kerja di bulan tersebut lebih sedikit akibat adanya libur Lebaran. Selain itu, pembeli motor juga tidak mendapatkan kemudahan dalam hal insentif pajak seperti mobil, sehingga harga jualnya statis.

Penurunan distribusi bukan hanya terjadi di pasar domestik saja, namun juga di unit yang dikapalkan ke luar negeri. Pada April angkanya ada di 57.306 unit, lalu kemudian berkurang 25 persen menjadi hanya 42.647 unit.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel