Penjualan Motor Diprediksi Turun Jadi 7,1 Juta Unit

Aturan uang muka/down payment (DP) sebesar 25 persen dan kenaikan BBM di awal kuartal kedua 2012 memukul industri sepeda motor hingga akhir tahun. Dari target semula 8,6 juta unit di tahun 2012, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) terpaksa harus merevisi target menjadi 7,1 juta unit.

"Tahun ini kita (industri sepeda motor) kena jab kanan-kiri, sehingga pasar sepeda motor turun. Prediksi kami maksimum 7 sampai 7,1 juta unit tahun ini," Gunadi Sindhuwinata, Ketua Umum AISI di sela-sela jumpa pers penyelenggaraan Jakarta Motorscyle Show (JMCS), di Jakarta, Selasa (16/10).

Kondisi tersebut juga mengoreksi prediksi pencapaian 10 juta unit yang coba digapai AISI di tahun 2013 mendatang. "Beberapa kebijakan tahun ini yang mengganggu pasar, mudah-mudahan tidak mengganggu harapan 10 juta unit," ujarnya.

Dampak gonjang-ganjing kenaikan uang muka masih dirasakan hingga September. Sepanjang September 2012 penjualan motor tercatat sebanyak 628. 739 unit, sementara dalam periode yang sama tahun lalu terjual 724.253 unit, atau terjadi penurunan sekitar 11 persen.

"Harapan kami, AISI, dengan adanya Jakarta Motor Show bulan Oktober ini, ada recovery," harap Gunadi.

AISI sendiri mengaku optimistis industri roda dua akan bangkit setelah penyelenggaraan JMCS akhir Oktober mendatang di Jakarta Convention Center (JCC) karena Indonesia memiliki pasar otomotif yang besar di ASEAN.

"Kami tetap optimis tahun ini akan berjalan baik sampai tahun-tahun mendatang, karena pasar Indonesia cukup besar. Sebab sepeda motor sudah menjadi kebutuhan sebagai alat transportasi yang menunjang perekonomian masyarakat Indonesia," tandasnya.

Sementara untuk komposisi total penjualan roda dua sampai dengan akhir September, Jawa Timur tercatat menyerap pasar terbesar, diikuti Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah dan Sumatera Utara.(kpl/nzr/bun)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.