Penjualan Motor Sport Makin Gawat

Yunisa Herawati
·Bacaan 1 menit

VIVAMotor sport pernah berjaya di Indonesia pada era 1990-an, yakni saat sebagian konsumen mulai jenuh dengan jenis bebek atau underbone.

Namun, hal itu kemudian berubah ketika skuter matik hadir. Dengan kemudahan dan fitur yang ditawarkan, dalam waktu tidak terlalu lama model ini menjadi penguasa pasar kendaraan bermotor roda dua di Tanah Air.

Lantas, bagaimana nasib motor sport saat ini? Dari data penjualan, angkanya tidak bisa dikatakan baik.

Berdasarkan informasi Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia atau AISI, dikutip VIVA Otomotif Senin 2 November 2020, total penjualan motor dari pabrik ke diler selama 9 bulan di tahun ini adalah 2.876.514 unit.

Angka tersebut lebih rendah 41 persen jika dibandingkan periode yang sama di tahun lalu, yakni 4.919.651 unit.

Meski demikian, minat konsumen untuk memiliki sepeda motor pada September sudah jauh lebih baik ketimbang Mei, yakni saat diberlakukan pembatasan sosial berskala besar.

Pada Mei tahun ini, penjualan motor di Tanah Air hanya 21 ribuan unit. Bulan berikutnya meningkat menjadi 167 ribuan unit, dan 292 ribuan unit pada Juli.

Total distribusi kuda besi pada Agustus mencapai 317 ribuan unit, dan di bulan selanjutnya naik menjadi 380 ribuan unit.

Mengenai pangsa pasar, skuter matik masih mendominasi dengan 88,4 persen. Diikuti oleh motor sport sebanyak 5,8 persen dan motor underbone 5,7 persen.

Tahun lalu, pangsa pasar skuter matik hanya 87,2 persen. Sementara, motor underbone ada di angka 5,8 persen. Motor sport yang paling besar penurunannya, karena pada 2019 masih bisa menguasai 7,1 persen.

Baca juga: Bikin CVT Skuter Matik Kembali Asik Usai Kebanjiran