Penjualan Rokok Ketengan Dilarang, Menkes: Sebaiknya Uang Buat Beli Telur

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melarang penjualan rokok batangan atau secara ketengan. Kebijakan ini diambil untuk menurunkan angka perokok remaja.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, uang untuk membeli rokok sebaiknya digunakan untuk keperluan lain, misalnya telur.

"Kalau rokok, sebaiknya bayar buat beli telur. Jangan beli rokok," kata Budi kepada wartawan saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (3/1).

Untuk diketahui, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa 71 persen remaja di Indonesia membeli rokok ketengan. Prevalensi perokok remaja terus meningkat setiap tahun.

Data terakhir, peningkatan prevalensi perokok remaja sebesar sembilan persen. Diperkirakan pada tahun 2024, prevalensi perokok remaja naik hingga 15 persen.

"78 Persen terdapat penjualan rokok di sekitar sekolah dan mencantumkan harga ketengan," imbuhnya.

Nadia menjelaskan, pengendalian zat tembakau melibatkan lintas sektor. Seperti melarang penjualan rokok batangan, memperbesar ukuran peringatan kesehatan pada bungkusan rokok, hingga melarang iklan rokok.

Adapun Presiden Jokowi melarang penjualan rokok ketengan mulai 2023. Larangan ini tercantum dalam Keputusan Presiden (Kepres) No.25 Tahun 2022, yang diteken pada 23 Desember 2022.

Kepres ini menekankan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.

"Pelarangan penjualan rokok batangan," dikutip dari Keppres Nomor 25 Tahun 2022 yang diunggah di situs resmi Kementerian Sekretariat Negara, Senin (26/12). [eko]