Penjualan tiket kereta api mudik - balik Lebaran sudah di atas target

Manajemen PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre I Sumut mencatat, penjualan tiket kereta api arus mudik dan balik Lebaran 2022 (KA antarkota dan lokal) sudah di atas target atau 102.936.

"Target angkutan KA antarkota dan lokal pada Lebaran 2022 sebanyak 95.801, sementara realisasi penjualan selama 22 April-13 Mei sudah102.936 tiket," ujar Manager Humas PT KAI Divre 1 Sumut, Mahendro Trang Bawono di Medan, Sabtu.

Realisasi pesanan tiket/jumlah penumpang yang diangkut sebanyak 102.936 itu terdiri dari kereta antarkota 53.762 dan kereta lokal 49.174.

Menurut dia, puncak arus mudik Lebaran terjadi pada 30 April dengan jumlah penumpang 5.240 orang.

Baca juga: KAI Sumut siapkan 51.810 tiket arus balik penumpang Lebaran
Baca juga: Tiket KA Jarak Jauh dari Jakarta terjual 100 persen

Baca juga: Sepanjang libur hari raya 38.414 tiket KA Siliwangi terjual

Sementara untuk arus balik, diperkirakan terjadi pada 8 Mei dengan prakiraan bisa mencapai 5.899 pelanggan.

"Sebagian besar tingkat keterisian/okupansi KA sudah mencapai 100 persen," katanya.

Tiket KA Siantar Ekspress, relasi Siantar - Medan hingga 8 Mei, misalnya sudah terjual habis. TiketbKA Putri Deli relasi Tanjungbalai - Medan juga sudah terjual 100 persen.

Sedangkan okupansi untuk KA Sribilah relasi Rantauprapat - Medan hingga 8 Mei sudah mencapai 66 persen.

“Kalau ditotal, masih tersedia 22.001 tiket untuk arus balik dari KA Putri Deli relasi Medan - Tanjungbalai dan KA Sribilah (Medan - Rantauprapat - Medan),"ujar Mahendro.

Diharapkan, masyarakat dapat memanfaatkan sistem penjualan tiket secara online agar lebih memudahkan.

Baca juga: Tiket KA dari Stasiun Gambir dan Senen masih tersedia setelah Lebaran

Baca juga: KAI: Masih banyak tiket kereta api untuk keberangkatan mulai 9 Mei

Baca juga: KAI: Tiket arus balik dari Daop 5 Purwokerto masih tersedia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel