Penjualan Turun, 18 Store Offline Jakcloth Akan Ditutup

·Bacaan 1 menit

VIVA – Sebanyak 18 store Jakcloth yang tersebar di beberapa kota terpaksa ditutup usai mengalami penurunan penjualan yang merupakan imbas pandemi COVID-19.

“Betul, Jakcloth akan menutup semua store yang ada di beberapa kota. Penutupan ini karena terjadinya penurunan daya beli pada konsumen, ditambah lagi berlanjutnya peraturan PPKM atau PSBB di puncak waktu sales Ramadhan tahun ini sehingga sulit bagi kami mencapai target," kata Founder Jakcloth, Ucok Nasution di Tangerang, Selasa, 25 Mei 2021.

Dengan adanya penurunan angka penjualan di sektor offline, membuat perusahaan harus menyiasatinya dengan fokus sementara waktu pada penjualan online.

Saat ini pun, pihaknya tengah menghabiskan aset toko yang akan tutup. Jakcloth melakukan obral hingga 90 persen semua barang dagangannya di 18 toko.

"Semua aset produk clothing di-sale 80 sampai 90 persen, mulai 28 Mei sampai 15 Juni 2021, di semua penutupan store Jakcloth, ada 18 toko. Harga barang yang diobral mulai Rp15.000," ujarnya.

Jakcloth juga akan menggelar habis-habisan semua isi gudangnya sampai produknya semua terjual. Produk yang diobral ini adalah semua produk clothing dari puluhan brand Heyho Grup Indonesia dan didukung brand lainnya yang terdiri dari chino, kaus, kemeja, tas, sepatu, sandal.