Penjualan Turun, Laba Latinusa Tumbuh Tipis pada 2020

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Latinusa Tbk (NIKL) mencatatkan kinerja keuangan cukup baik selama pandemi COVID-19 berlangsung 2020. Kendati dari sisi penjualan mengalami tekanan, perseroan mampu mencatatkan kenaikan laba bersih tahun berjalan sebesar USD 2,72 juta atau setara Rp 39,6 miliar (kurs 14.570 per USD). Laba tersebut tumbuh 1,3 persen dari periode 2019 sebesar USD 2,68 juta.

"Dalam kondisi ekonomi yang terpengaruh signifikan karena pandemi COVID-19 ini kami dari manajemen dan karyawan mengucapkan syukur karena diberi kemudahan sehingga bisa menjalaninya dalam kondisi baik. Sehingga walaupun pencapaian penjualan sedikit di bawah dari tahun sebelumnya. Namun dari kinerja keuangan kita justru lebih baik,” ujar Direktur Utama PT Latinusa Tbk, Jetrinaldi dalam paparan publik, Kamis (8/4/2021).

Sepanjang 2020, Latinusa membukukan penjualan senilai USD 144,72 juta, atau turun 1,44 persen dibandingkan USD 163,08 juta pada 2019. Akibatnya, laba bruto pada 2020 menurun 7,17 persen menjadi USD 9,78 juta dari periode sama tahun sebelumnya USD 10,53 juta.

Perseroan menekan beban penjualan dari USD 3,28 juta pada 2019 menjadi USD 3,12 juta pada 2020. Beban lain-lain turun menjadi USD 984 pada 2020 dari 2-19 sebesar USD 82.335. Biaya keuangan susut dari USD 1,84 juta pada 2019 menjadi USD 1,25 juta.

Pendapatan keuangan naik 143,78 persen menjadi USD 757.003 pada 2020. Pendapatan lain-lain naik 9,04 persen menjaid USD 469.057. Akan tetapi, beban administrasi naik menjadi USD 4,01 juta pada 2020 dari 2019 sebesar USD 3,94 juta.

Namun, Latinusa menjaga perolehan laba dari kegiatan operasional dengan laba sebelum pajak sebesar USD 3,63 juta dibandingkan USD 3,89 juta pada 2019. Setelah perhitungan pajak, Latinusa mencatat laba bersih tahun berjalan pada 2020 sebesar USD 2.72 juta, naik dibandingkan USD 2,68 juta pada 2019.

Sementara itu, total liabilitas tercatat USD 83,54 juta pada 2020. Angka ini turun dari periode sama tahun sebelumnya USD 106,04 juta. Ekuitas perseroan naik menjadi USD 48,38 juta pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya USD 45,63 juta.

Total aset turun 13,02 persen menjadi USD 131,92 juta pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya USD 151,68 juta. Perseroan kantongi kas dan setara kas menjadi USD 14,85 juta pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya USD 28,39 juta.

Realisasi Kinerja 2020

Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Sejak pagi IHSG terjebak di zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Sejak pagi IHSG terjebak di zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dalam paparan publik tersebut, realisasi produksi tercatat mencapai 90,70 persen dari sasaran target yang ditetapkan.

Manajemen perseroan mengatakan hal ini akibat kondisi pasar yang kurang kondusif. Sehingga Perseroan menetapkan pentingnya untuk memprioritaskan strategi di bidang produksi yang lebih fokus dalam melayani konsumen segmen susu dan makanan dengan kebutuhan spesifikasi thickness yang lebih tipis dan coating lebih tinggi.

Kemudian, realisasi volume penjualan pada tahun 2020 juga berada dibawah target, yaitu 89,06 persen. Hal ini terutama karena kondisi pasar yang tidak kondusif, khususnya dampak pandemi yang mengakibatkan pelemahan ekonomi dan mobilitas masyarakat, sehingga turut berpengaruh terhadap sejumlah segmen pasar tinplate.

Di sisi lain, pada 2020 Latinusa mampu memenuhi target profitabilitas dengan mempertahankan kegiatan operasional yang lancar. Serta inovatif dan adaptif dalam mengantisipasi pergerakan pasar di tengah pandemi, selain juga didukung nilai tukar yang stabil.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini