Penolakan PPKM Darurat di Bandung Ricuh, Pemuda Turun ke Jalan

·Bacaan 1 menit

VIVA – Sekelompok pemuda di Kota Bandung turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa alias demo menolak kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Sosial Masyarakat Darurat (PPKM Darurat). Seperti diketahui, PPKM Darurat yang diberlakukan sejak 3 Juli 2021 sudah diperpanjang hingga 25 Juli 2021.

Aksi tersebut kemudian viral di media sosial Instagram @infobandungkota. Aksi tersebut dilakukan di kawasan kantor wali kota Bandung jalan Wastukencana Kota Bandung dan diwarnai kericuhan di tengah-tengah kerumunan massa.

Aksi tersebut menuntut transparansi anggaran COVID-19 Kota Bandung kemudian endesak BPK dan KPK memeriksa dugaan korupsi anggaran COVID-19.

Menurut massa, gagalnya PPKM darurat dan evaluasi total berujung pada pembungkaman sipil di Kota Bandung dengan adanya peraturan yang tidak pro rakyat. Massa juga meminta identifikasi dan usut tuntas 196 jenazah TPU Cikadut yang digali kembali ternyata non reaktif COVID-19.

Menurut mereka, ketua gugus tugas COVID-19 gagal dan belum lagi bansos juga dinilai tak cepat dan tepat sasaran.

Aksi tersebut memancing kontroversi dan kecaman dari masyarakat. Salah satunya akun @zhisafma_ mencuitkan wajar turun ke jalan memprotes PPKM Darurat.

"Percuma pembatasan kegiatan masyarakat kalau peraturannnya nyekek (nyekik) rakyat, ya ujung - ujungnya rakyat demo yang ada malah berkurumun terus bisa jadi sumber penularan, haduh apakah tidak mikir sampai sini jkalau bikin peraturan atau kebijakan," ditulis dalam caption, Rabu 21 Juli 2021.

"Jika rakyat sudah tidak kuat dengan berbagai aturan sedangkan perut harus diisi dan banyak yang harus dibiayai maka beginilah, berontak, semangat para pejuang rupiah," dituliskan komentar @rinairmayanti79.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel