Penonton Stadion Mandala Jayapura sudah paham pentingnya prokes

·Bacaan 1 menit

Para penonton upacara pembukaan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua di Stadion Mandala Jayapura sudah paham pentingnya penerapan protokol kesehatan (prokes).

Hal ini terlihat dari disiplin dalam memakai masker hingga tidak berkerumun di dalam Stadion Mandala Jayapura.

Koordinator petugas medis tim B pada pembukaan Peparnas XVI Papua Iyut Simopiaref kepada Antara di Jayapura, Jumat, mengatakan dari pantauan kelompoknya masyarakat yang hadir di Stadion Mandala Jayapura sudah lebih disiplin menggunakan masker.

"Kami berkeliling dalam tim dan membawa dua masker kotak yang akan diberikan kepada masyarakat yang ada di dalam Stadion Mandala Jayapura," katanya.

Menurut Mantri Iyut, ada empat tim yang dibentuk oleh Dinas Kesehatan Provinsi Papua di mana tiap tim terdiri dari dua dokter dan tiga perawat.

"Selain kami yang mengawasi dengan berkeliling, para petugas di setiap pintu masuk sudah mengingatkan masyarakat untuk tetap menggunakan masker selama berada di Stadion Mandala Jayapura," ujarnya.

Dia menjelaskan hal-hal yang menjadi perhatian utama pihaknya adalah masyarakat yang sering melepas dan memasang masker lalu dalam jangka waktu lama tidak kembali memakai maskernya.

"Masyarakat seperti ini yang kami datangi lalu tegur untuk kembali menggunakan masker," katanya lagi.

Dia menambahkan dengan masyarakat yang disiplin menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak diharapkan dapat menghindarkan diri terpapar COVID-19.

Baca juga: Rangkaian acara dan link live streaming pembukaan Peparnas Papua
Baca juga: Pedagang padati luar Stadion Mandala sambut pembukaan Peparnas Papua
Baca juga: 1.400 Personel TNI-Polri amankan pembukaan Peparnas XVI Papua
Baca juga: Enam paramotor ramaikan langit Jayapura pada opening ceremony Peparnas

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel