Pensiun Jadi Jaksa, Darmono Ingin Jadi Dosen

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Jaksa Agung Darmono akan memasuki masa pensiun pada 1 Juli 2013. Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta priode 2006-2007 itu mengaku akan menghabiskan masa tuanya sebagai dosen.

"Kegiatan selanjutnya akan mengajar di beberapa perguruan tinggi," ucap Darmono saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin, 18 Maret 2013.

Darmono memiliki karier yang cukup moncer di Kejaksaan Agung. Pada 2007, ia diangkat sebagai Kepala Pusat Diklat. Belum genap setahun, Darmono dilantik menjadi Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan pada 2008. Selanjutnya, pada Maret tahun 2009, ia dilantik sebagai Jaksa Agung Muda Pembinaan.

Kemudian Desember 2009, Darmono dilantik menjadi Wakil Jaksa Agung menggantikan Abdul Hakim Ritonga yang mengundurkan diri. Pada 2010 Darmono sempat menjadi pelaksana tugas (Plt) Jaksa Agung karena Hendarman Supandji, Jaksa Agung ketika itu, terpaksa mendadak mengakhiri jabatannya karena putusan Mahkamah Konstitusi yang menyatakan jabatannya tidak sah. Setelah itu, Presiden SBY menunjuk Basrief Arief menjadi Jaksa Agung baru, Darmono kembali menjabat Wakil Jaksa Agung.

Darmono mengatakan bersyukur sudah bekerja maksimal sebagai Wakil Jaksa Agung. Ia juga menyatakan rasa terimakasihnya kepada Tuhan karena telah memberinya kesehatan selama bekerja. "Segala puji bagi Allah saya akan pensiun pada kedudukan sekarang dalam keadaan selamat dan sehat."

Dua nama disebut-sebut bakal menggantikan Darmono.

TRI SUHARMAN

Berita Terpopuler:

Bandung Tetap Jadi Tujuan Utama Turis Malaysia 

Kenapa Jokowi Unggul di Bursa Pencalonan Wapres 

KPK Sita Aset Djoko Susilo di Bali 

Golkar Belum Mau Lirik Jokowi Sebagai Cawapres

Kecil Kemungkinan Jokowi Nyapres Lewat PDIP 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.