Pensiunan Tentara Prancis Ikut Perang Lawan Hoaks Seputar Vaksin Covid-19 di Dunia Maya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Prancis menjadi salah satu negara yang penduduknya skeptis pada vaksin covid-19. Namun gerakan sukarelawan masyarakat melawan hoaks di media sosial membuat pandangan tersebut mulai berubah.

Mantan tentara Prancis, Antoine Daoust menjadi salah satu sukarelawan melawan hoaks seputar vaksin covid-19. Ia memulai gerakannya melalui blog sejak Februari lalu.

Dia menyebut gerakannya bersama masyarakat Prancis lain yang mendukung program vaksin covid-19 adalah untuk melawan hoaks yang disebarkan grup teori konspirasi.

"Teori konspirasi ini mulai menyebar sejak lockdown pertama mulai diberlakukan. Di Prancis lockdown sangat ketat diberlakukan sehingga banyak masyarakat yang menghabiskan waktunya untuk menelusuri internet dan melihat situs berita palsu," ujar Antoine dilansir Connexion France.

"Hoaks bisa merajarela di sini karena Prancis sangat menjunjung tinggi kebebasan berekspresi dan hak asasi manusia. Itu sebabnya saat sebuah informasi muncul dan berpotensi viral kami mencari kebenarannya," katanya menambahkan.

Meski begitu, perlawanan kaum antivaksin terhadap relawan masih terjadi. Seorang aktivis sempat mendapat pemblokiran hingga ancaman saat melakukan diskusi dengan anti vaxxers.

"Awalnya, kami menggunakan nama kami sendiri untuk berdiskusi dengan antivaxxers di situs mereka, tetapi kami menyadari bahwa sementara kami dapat berdiskusi dengan tenang dengan beberapa orang, yang lain menjadi agresif dan memblokir kami," ujaraktivis tersebut.

Saat ini, telah terdapat beberapa website anti anti-vaksin seperti Les Vaxxeuses, atau NoFakeMed, dan FactandFurious.com yang telah disertifikasi oleh pemerintah sebagai media online resmi pemberantas hoaks.

(MG/ Azarine Jovita Halim)

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel