Penting bagi Red Bull Membangun Kepercayaan Diri Alex Albon sebelum GP Turki

Jonathan Noble
·Bacaan 2 menit

Albon sedang dalam upaya membuktikan dirinya pantas mengamankan kursi Red Bull di F1 pada tahun depan. Pasalnya, ada kabar bahwa tim yang berbasis di Milton Keynes, Inggris, itu sedang mempertimbangkan Sergio Perez atau Nico Hulkenberg.

Tetapi, usaha Albon untuk membuktikan kemampuannya sirna setelah serangkaian hal buruk yang dialaminya pada Grand Prix Emilia Romagna.

Formula 1 yang hanya menyisakan empat balapan pada tahun ini, Red Bull menyadari bahwa mereka harus melakukan panggilan dalam waktu dekat.

Hal itu membuat Albon berada di bawah tekanan besar dan bisa berpengaruh pada performanya di trek.

Melihat kinerja pria 24 tahun itu di Imola, Prinsipal tim Red Bull Christian Horner mengatakan kepada Sky F1: Itu momen yang sulit bagi Alex, karena dia telah bertarung dengan Charles (Leclerc) dan Daniel (Ricciardo) di sepanjang balapan.

“Ketika balapan dimulai kembali, dia bertarung dengan Sergio Perez yang menggunakan ban baru. Sayang, dia kehilangan daya cengkeram ban pada chicane kedua. Pulang dengan nol poin membuatnya sangat frustrasi, begitu juga dengan tim.

Baca Juga:

RESMI: Gabung Toro Rosso, Albon jadi wakil Thailand di F1 Albon ungkap nyaris gantung setir pada 2012 Kisah Albon "mengemis" kursi F2 2018

“Pastinya kami akan terus berusaha dan bekerja dengannya mulai saat ini hingga Turki. Meningkatkan kepercayaan dirinya lagi dan kembali berjuang.”

Penasihat Red Bull Helmut Marko telah mengindikasikan bahwa timnya bisa menunggu hingga balapan terakhir untuk membuat keputusan.

Pada balapan akhir pekan lalu, Albon menegaskan kesalahan terbesarnya adalah tak masuk ke pit untuk mengganti ban soft. Ia juga membiarkan lawan di belakangnya menekan dengan ban yang lebih baik.

“Ini merupakan salah satu balapan di mana kami menghabiskan sepanjang perlombaan di belakang mobil lain,” kata Albon. “Tidak banyak yang bisa dilakukan.

“Jika dipikir-pikir, kami seharusnya mengganti ban ketika yang lain melakukannya di penghujung balapan. Kami menjadi mobil pertama yang mereka hadapi, sehingga akan selalu sulit melakukan pertahanan.

“Mungkin jika kami mengganti ban, kami bisa saja berjuang untuk podium. Tapi begitulah adanya.”

Akhir pekan lalu tidak sepenuhnya buruk bagi Albon. Saat balapan berjalan normal, ia hanya 0,396 detik di belakang Max Verstappen. Ia juga bisa mendapat poin jika rekan setimnya tak alami insiden.

Ketika ditanya apakah bisa mendorong lebih banyak dalam tim, Albon mengatakan: Sejujurnya saya sudah melakukan itu. Ini tidak seperti saya belum melakukannya, tentu saja saya mencoba bertahan. Melakukan semua yang saya bisa.

“Itu menjadi pembelajaran bagi saya, bukan sebuah akhir pekan yang buruk. Tapi kami akan fokus pada Turki.”