Penting! Kurangi Sampah Residu untuk Melindungi Lingkungan dan Masa Depan Lo

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Tahu gak sih lo? Manusia hidup selalu berdampingan dengan sampah karena setiap orang dalam kesehariannya pasti menghasilkan sampah. Semakin banyak jumlah penduduknya, maka kemungkinan jumlah sampah yang dihasilkan pun semakin besar.

Macam sampah yang dihasilkan oleh manusia beragam sekali, mulai dari sampah bekas makanan, kemasan makanan, sampai sampah struk belanja di minimarket maupun supermarket. Adanya perubahan situasi yang membatasi orang-orang untuk beraktivitas normal ternyata gak mengurangi jumlah sampah yang diproduksi setiap harinya.

Justru karena kebanyakan orang lebih sering menghabiskan waktu di rumah, menyebabkan konsumsi makanan atau pemenuhan kebutuhan sehari-hari berbanding lurus dengan produksi sampah. Lihat kotak sampah kamu pasti lebih cepat penuh dibandingkan dulu.

Sebanyak apa memang sampah keseharian dari tiap orang? Ternyata banyak sekali.

Mari ambil contoh dari sampah kecil hasil jajanan selama work from home (WFH). Mulai dari plastik bungkus, kemasan makanan dan minuman, zip tie, tisu, alat makan, sampai sisa makanan yang gak habis itu pada akhirnya akan menjadi sampah.

Sampah Berbahaya

Ilustrasi perabotan rumah
Ilustrasi perabotan rumah

Jenis sampah sendiri ada macam-macam, ada sampah daur ulang campuran, sampah B3 (sisa pengolahan bahan kimia), sampah kertas dan kardus, dan sampah residu.

Nah di antara semua jenis sampah tadi, salah satu yang paling berbahaya dan perlu lo hindari adalah sampah residu. Kenapa? Karena sampah residu adalah jenis sampah yang gak bisa didaur ulang dan membutuhkan waktu lama untuk terurai.

Memang, seberapa besar sih damage-nya sampah yang gak bisa didaur ulang dan lama terurai?

Efek Sampah Residu

Sampah residu ini bila dibuang langsung ke lingkungan akan menyebabkan pencemaran yang merusak air, tanah, dan udara yang digunakan manusia. Kalau kualitas air, tanah, dan udara yang lo hirup sudah rusak, aktivitas sehari-hari lo pasti akan sangat terganggu dan gak menutup kemungkinan lo bisa mengalami gangguan kesehatan.

Efeknya sampah residu gak hanya dirasakan manusia, tapi juga makhluk hidup lain baik itu tumbuhan maupun binatang yang hidup di darat, sungai, dan laut. Alhasil mengganggu ekosistem yang ada. Semakin banyak sampahnya tentu risiko dan dampaknya lebih besar bagi kehidupan lo dan lingkungan

Daftar Sampah Residu yang Perlu Dikurangi

Daftar Sampah Residu yang Perlu Dikurangi

Ilustrasi Sampah
Ilustrasi Sampah

Gak usah pusing mikirin dampaknya, yang penting sekarang lo punya kemauan untuk bisa meminimalisir risiko sampah residu dan menjadi versi lebih baik bagi diri lo dan orang-orang di sekitar dengan cara mengurangi penggunaan sampah residu di kegiatan sehari-hari.

Berikut beberapa barang yang tergolong dalam sampah residu yang perlu lo perhatikan dan kurangi:

  • Plastik sachet

  • Plastik laminasi

  • Selotip

  • Styrofoam

  • Kemasan makanan dan minuman

  • Tisu basah

  • Alat makan plastik

  • Kemasan makanan instan

Tentunya barang-barang tersebut sering lo temui dan secara tidak sadar lo produksi sehari-hari bukan? Masih ada satu lagi nih sampah residu yang jumlahnya meledak gara-gara situasi pandemi yakni masker medis sekali pakai.

Ilustrasi masker bekas
Ilustrasi masker bekas

Penggunaan masker medis saat ini semakin masif dan meningkat, karena sekarang dianjurkan untuk memakai dua masker, kombinasi masker kain dan masker medis. Tidak hanya tenaga kesehatan, lansia, orang dengan penyakit komorbid, pasien Covid-19 dan mereka yang terkait dengan kegiatan penanganan Covid-19 wajib memakai masker medis, tapi masyarakat umum yang sehat juga banyak yang memakai masker medis untuk aktivitas sehari-hari. Bahkan tidak sedikit lho yang pakai masker N95 karena lebih baik daripada masker bedah.

Kalau sudah begitu, bagaimana cara kita menekan limbah dan sampah residu dari masker medis?

Karena sampah masker berisiko menularkan virus kepada orang lain dan petugas tempat pembuangan sampah akhir, maka penting bagi lo untuk memilah sampah. Sekarang ini bukan lagi hanya fokus pada sampah organik dan anorganik, tapi bertambah dengan sampah medis.

Langkah – langkah pengelolaan masker bekas:

  • Mengumpulkan masker bekas sekali pakai

  • Melakukan desinfeksi terhadap masker bekas

  • Setelah selesai desinfeksi masker harus digunting atau dirusak agar tidak dimanfaatkan kembali

  • Buang ke tempat sampah domestik setelah dibungkus plastik yang rapat

  • Terakhir, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah melakukan pengelolaan masker.

Sekarang setelah kenal sampah residu, jadi sadar kan pentingnya mengurangi dan menghindari sampah residu?

Yuk, temukan inspirasi menarik lainnya soal pentingnya lingkungan di sini. ajak orang-orang sekitar untuk ikut beraksi seperti lo buat jaga dan lestarikan lingkungan. Change starts from little things. Tunjukin kalau lo bisa berkontribusi. Karena dengan lo peduli juga bisa merasakan sendiri manfaatnya dan bantu wujudkan masa depan yang lebih baik.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel