Penting tapi Kerap Diabaikan, Begini Cara Lakukan Physical Distancing di Lingkungan Keluarga

Liputan6.com, Jakarta - Saat ini, masyarakat telah menjalani physical distancing (sebelumnya disebut social distancing) atas imbauan pemerintah guna menekan angka penyebaran Virus Corona atau Covid-19.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan, physical distancing sebenarnya bukan untuk melarang masyarakat keluar rumah. Hanya saja masyarakat perlu menjaga jarak ketika berkomunikasi dengan orang lain.

"Jaga jarak terutama. Jangan sampai kamu menulari atau kamu ketularan dari orang lain. Makanya kalau ngomong juga jangan terlalu dekat, kalau keluar pakai masker, sapu tangan, ditutup mulutnya kalau batuk enggak nyemprot ke mana-mana. Nah itu dijaga, itu intinya," tegasnya.

Salah satu yang terpenting namun kerap diabaikan ialah physical distancing di lingkungan keluarga. Pasalnya, tentu masih banyak yang cuek dan kerap berkomunikasi seperti biasa dengan anggota keluarga. Padahal hal tersebut keliru, meski sesama anggota keluarga kita perlu menjaga jarak untuk kesehatan bersama.

"Kalau saya duduk jauh-jauhan sama itu (anak). Saya kan takut nularin anak saya. Sama keluarga, kalau ada keluarga anak kecil, orangtua itu agak jauh, itu takutnya ketularan. Kita jangan sampai menulari orang atau ketularan orang, itu yang paling penting prinsipnya itu," ucapnya.

Physical distancing di luar rumah

Sejumlah masyarakat melakukan jaga jarak aman di area publik di kawasan Thamrin, Jakarta, Rabu (18/3-2020). Jaga jarak atau prosedur social distancing measure harus diterapkan kepada masyarakat yang masih melakukan aktivitas di luar untuk memghindari penyebaran Covid-19. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain itu, Agus menambahkan, saat bepergian ke luar rumah harus memakai masker dan menyiapkan hand sanitizer. Kemudian setibanya di rumah, langsung melakukan bersih-bersih agar virus atau bakteri yang menempel hilang.

"Kalau pulang bersihkan diri, mandi, keramas supaya enggak terlalu bahaya. Karena takut ketularan orang lain. Jadi kalau dari luar, saya langsung ganti baju semua, mandi keramas, sabunan, supaya kalau ada sisa-sisa virus atau apa bisa hilang dan langsung dicuci," jelasnya.