Pentingkah Melakukan Perawatan Pasca Melahirkan? Berikut Jawaban Para Dokter

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Perawatan terpadu paska melahirkan (integrated postnatal care) merupakan hal penting yang tidak boleh diabaikan. Perawatan paska melahirkan tidak hanya mempercepat pemulihan Ibu dan mencegah komplikasi setelah melahirkan, tetapi juga akan meningkatkan kualitas hubungan Ibu dan bayi serta keluarga pada umumnya.

Hari-hari dan minggu-minggu pertama setelah persalinan (periode post-natal) merupakan fase kritis bagi kehidupan ibu dan bayi yang baru lahir. Sebagian besar kematian Ibu dan bayi terjadi dalam periode ini, namun justru periode ini yang paling diabaikan oleh sebagian orang.

Bayi yang meninggal dalam 28 hari pertama kelahiran menderita kondisi dan penyakit yang terkait dengan kurangnya perawatan berkualitas saat lahir dan perawatan setelah lahir dan pada hari-hari pertama kehidupan.

dr. Ni Komang Yeni DS, Sp.OG, MM, MARS, CEO Klinik Health360 Indonesia mengatakan masa pasca melahirkan adalah fase kehidupan baru bagi seorang perempuan. Penelitan menunjukkan 1 dari 7 perempuan, mengalami depresi atau kecemasan (anxiety) selama kehamilan atau pasca melahirkan, kelelahan, gangguan nafsu makan atau tidur, perubahan suasana hati, perasaan kewalahan mengurus bayi dan disfungsi seksual. Hal-hal tersebut diatas seringkali terlewatkan pada saat pemeriksaan pasca melahirkan.

Peran suami, orangtua, teman atau support system lainnya yang kita miliki, bisa kita jadikan tempat untuk berbagi. Para support system ini pun harus bisa menjadi pendengar yang baik segera mendeteksi adanya perubahan yang terjadi pada ibu pasca melahirkan agar bisa segera mencarikan solusi terbaik bagi ibu.

“Ibu yang bahagia akan mencetak anak dan keluarga yang berbahagia juga. Happy wife – happy life,” ujar dr. Yeni dalam acara Klinik Health360 Indonesia yang merayakan hari jadinya yang pertama.

dr. Ivan Sondakh, Sp.OG, Dokter Spesialis Obgyn Klinik Health360 Indonesia juga mengatakan perawatan Ibu setelah melahirkan harus dilakukan secara menyeluruh, baik secara fisik, psikologis, dan sosial.

Dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan setelah melahirkan dan kontak dengan dokter kandungan antara 3 minggu pertama persalinan, dan pada 12 minggu setelah melahirkan. Diharapkan para Ibu juga mengetahui tanda-tanda dan masalah yang mungkin terjadi paska melahirkan.

“Agar tercapai kesehatan fisik, emosional, dan psikologis terbaik untuk setiap individu dan bayi baru lahir dibutuhkan pendekatan berbasis hak asasi manusia: tidak hanya mencegah kematian dan morbiditas ibu, tetapi memprioritaskan perawatan dan kesejahteraan yang berpusat pada kualitas hidup individu,” ujarnya.

Perawatan pasca melahirkan peluang untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental

Perawatan pasca melahirkan/dok. (c) Shutterstock
Perawatan pasca melahirkan/dok. (c) Shutterstock

dr. Ivan juga menerangkan, periode pasca melahirkan merupakan peluang penting untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ibu dan bayi: mendukung perilaku sehat, memberikan pendidikan keterampilan hidup, memfasilitasi proses menyusui, memberikan konseling kepada wanita tentang pilihan KB, mendukung kesehatan mental yang baik, mencegah dan mengobati komplikasi terkait persalinan.

“jadi fasilitas kesehatan harus mendukung Ibu, bayi dan support system lainnya secara fisik, psikologis, sosial dan emosional melalui peristiwa kehidupan baru yang signifikan ini,” paparnya.

Kesehatan mental para Ibu pasca melahirkan sama pentingnya dengan kesehatan fisik, tetapi hal ini sering kali tidak menjadi perhatian utama bagi para ibu serta keluarganya. Masalah mental pada Ibu perlu menjadi perhatian karena hal ini dapat berdampak pada caranya mengasuh dan merawat bayinya, serta memengaruhi keseluruhan fungsi mereka sebagai ibu dan istri, serta pekerjaannya sehari-hari.

“Baby blues syndrome, depresi dan cemas postpartum merupakan hal yg paling sering terjadi pada para ibu paska melahirkan. Sebelum mengatasinya, perlu dipahami terlebih dahulu apa saja jenis-jenis gangguan, apa saja gejala-gejalanya, penyebabnya, serta apa treatment yang harus dilakukan. Perubahan hormon tidak dapat dicegah, tetapi awareness keluarga serta kerabat sekitar dapat menjadi kunci dalam mengatasi gangguan mental pada ibu yang baru melahirkan,” ujar dr. Daniella Satyasari, Sp.KJ, Spesialis Kedokteran Jiwa Klinik Health360 Indonesia.

Ia juga mengatakan dukungan emosi dan fisik dari suami, keluarga serta kerabat sekitar dapat membantu pencegahan gangguan mental, termasuk pencegahan memburuknya situasi serta kondisi mental ibu, serta membantu untuk saling beradaptasi dalam menghadapi situasi yang baru ini. Hal sesederhana membantu mengurus bayi secara bergantian, memahami bila istri sedang kelelahan atau dalam keadaan emosi juga dapat membantu para ibu terhindar dari gangguan mental postpartum.

#elevate women