Pentingnya AJB dalam Transaksi Jual Beli Properti. Ini 4 Alasannya!

·Bacaan 6 menit
Pentingnya AJB dalam Transaksi Jual Beli Properti. Ini 4 Alasannya!
Pentingnya AJB dalam Transaksi Jual Beli Properti. Ini 4 Alasannya!

RumahCom - Membeli rumah adalah salah satu bentuk transaksi yang memiliki jumlah nilai yang tidak sedikit. Anda perlu mengeluarkan biaya yang banyak untuk membeli rumah impian, oleh karena itulah proses transaksi jual beli yang Anda lakukan harus tercatat di dalam AJB dengan benar. Supaya tidak bingung dan bisa menjadi lebih paham mengenai AJB, artikel kali ini akan membahas mengenai:

  1. Pengertian Akta Jual Beli (AJB)

  2. Fungsi AJB dan Manfaatnya

  3. Syarat dan Prosedur Membuat AJB

  4. Berapa Biaya AJB?

  5. Tips Mengurus AJB Aman dan Nyaman

Beli Rumah: Pilih Bayar Cash atau Kredit?
Beli Rumah: Pilih Bayar Cash atau Kredit?

Membeli Rumah, Ruko dan Properti Lainnya

Beli Rumah: Pilih Bayar Cash atau Kredit?

1. Pengertian Akta Jual Beli (AJB)

Membeli atau menjual properti membutuhkan dua belah pihak yang saling menyetujui. (Foto: Pexels - Kindel Media)
Membeli atau menjual properti membutuhkan dua belah pihak yang saling menyetujui. (Foto: Pexels - Kindel Media)

Membeli atau menjual properti membutuhkan dua belah pihak yang saling menyetujui. (Foto: Pexels - Kindel Media)

Banyak sekali yang ketika membeli rumah hanya mengutamakan asas percaya satu dengan yang lainnya. Baik itu membeli rumah kepada relasi atau orang lain, sebuah surat bukti bahwa Anda telah melakukan transaksi sangat penting untuk dimiliki. Akta Jual Beli atau biasa disingkat menjadi AJB merupakan salah satu bukti yang sah secara hukum bahwa Anda telah melakukan transaksi jual beli tanah atau bangunan dari pihak penjual secara lunas.

Membeli suatu properti tanpa adanya AJB sama sekali akan menghilangkan posisi Anda yang kuat bahwa Anda telah memiliki sebuah properti dan melakukan pembayaran secara penuh kepada pihak penjual. Apabila terjadi masalah terhadap properti yang Anda maksud maka secara otomatis Anda tidak bisa melakukan pengajuan komplain termasuk pelaporan hukum sama sekali.

AJB hadir di antara dokumen penting yang tidak boleh terlewatkan, untuk menghindari penipuan dan memastikan transaksi jual beli yang sah. Mau punya rumah yang harganya ringan di Sawangan, dengan harga di bawah Rp500 jutaan namun dengan transaksi jual beli yang aman? Cek pilihan rumahnya di sini!

Baca Juga: Biaya AJB ke SHM, Syarat dan Prosedur di Indonesia

2. Fungsi AJB dan Manfaatnya

Jual beli tanah juga membutuhkan surat AJB supaya bisa dianggap sah. (Foto: Pexels - Karolina Grabowska)
Jual beli tanah juga membutuhkan surat AJB supaya bisa dianggap sah. (Foto: Pexels - Karolina Grabowska)

Jual beli tanah juga membutuhkan surat AJB supaya bisa dianggap sah. (Foto: Pexels - Karolina Grabowska)

Sebenarnya, apakah fungsi utama dari AJB itu dan mengapa peran dari akta tersebut tidak bisa digantikan? Seperti yang dilansir dari Akseleran, di bawah ini adalah beberapa fungsi utama dan manfaat dari AJB:

  • Akta bisa menjadi sebuah bukti yang kuat bahwa telah terjadi transaksi jual beli rumah atau tanah secara sah dengan harga dan berbagai ketentuan lainnya yang sudah disetujui oleh kedua belah pihak.

  • Menjadi sebuah landasan utama supaya kedua pihak antara penjual dan pembeli saling memenuhi kewajibannya masing-masing dalam proses jual beli rumah atau tanah yang sedang dilakukannya.

  • Apabila diantara salah satu pihak ada yang gagal dalam melakukan kewajibannya terhadap properti yang dimaksud maka, akta jual beli tersebut bisa dijadikan sebagai bukti utama untuk menuntut kewajiban dari pihak yang gagal memenuhi kewajibannya.

  • Akta jual beli juga perlu Anda simpan dengan baik supaya Anda bisa melakukan penjualan lagi properti yang sudah Anda beli secara sepenuhnya.

3. Syarat dan Prosedur Membuat AJB

Segeralah buat AJB bersama penjual atau pembeli properti secara bersama di kantor notaris. (Foto: Pexels - Sora Shimazaki)
Segeralah buat AJB bersama penjual atau pembeli properti secara bersama di kantor notaris. (Foto: Pexels - Sora Shimazaki)

Segeralah buat AJB bersama penjual atau pembeli properti secara bersama di kantor notaris. (Foto: Pexels - Sora Shimazaki)

Tidak perlu bingung, prosedur dalam mengurus dan membuat AJB tidaklah sulit untuk dilakukan. Untuk membuat AJB, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi terlebih dahulu oleh pihak penjual dan pembeli.

Persyaratan bagi penjual:

  • Salinan atau fotocopy Kartu Tanda Penduduk (Suami/Istri)

  • Salinan atau fotocopy Kartu Keluarga (KK)

  • Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT)

  • Surat bukti atas hak tanah

  • Surat Keterangan dari Kepala Desa atau Camat

  • Surat tanda terima setoran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Persyaratan bagi pembeli:

  • Salinan atau fotocopy Kartu Tanda Penduduk (Suami/Istri)

  • Salinan atau fotocopy Kartu Keluarga (KK)

  • Salinan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

Untuk prosedur membuatnya, Anda bisa mengikuti cara di bawah ini:

  • Pertama kali Anda harus mendatangi kantor Notaris/PPAT setempat di mana lokasi properti tersebut berada. Setelah itu Anda bisa menyerahkan seluruh berkas yang sudah disiapkan kepada Notaris yang dituju.

  • Pihak Notaris/PPAT akan melakukan pemeriksaan dokumen yang ada, seperti keabsahan dari sertifikat tanah dan PBB. Proses pemeriksaan akan memakan waktu selama beberapa hari supaya bisa diketahui apakah properti yang dimaksud layak untuk dijual dan tidak sedang berada di dalam sebuah sengketa.

  • Setelah proses pemeriksaan selesai, barulah Anda bisa datang langsung ke kantor PPAT untuk melakukan tanda tangan dokumen. Proses tanda tangan harus dilakukan oleh penjual, pembeli dan dua orang saksi supaya menjadi sah. Setelah tanda tangan selesai dilakukan, barulah Anda resmi memiliki AJB.

4. Berapa Biaya AJB?

Siapkan biaya untuk melakukan pembayaran AJB secara lunas. (Foto: Pexels - Karolina Grabowska)
Siapkan biaya untuk melakukan pembayaran AJB secara lunas. (Foto: Pexels - Karolina Grabowska)

Siapkan biaya untuk melakukan pembayaran AJB secara lunas. (Foto: Pexels - Karolina Grabowska)

Setiap notaris yang membantu proses pengurusan AJB sudah memiliki daftar biaya yang sudah ditentukan berdasarkan Undang-Undang No.30 Tahun 2004, pasal 36 ayat 1 tentang honorarium notaris. Seperti yang dilansir dari Jendela360, besaran nilai ekonomis yang perlu dibayarkan adalah sebagai berikut:

  • Nilai properti sampai dengan Rp100.000.000 (seratus juta Rupiah), honor yang diterima paling besar adalah sebesar 2,5%.

  • Nilai properti di atas Rp100.000.000 (seratus juta Rupiah), honor yang diterima paling besar adalah sebesar 1,5%.

  • Apabila nilai properti di atas Rp1.000.000.000 (satu miliar Rupiah), honor yang diterima paling besar adalah sebesar 1%.

Jika dilihat berdasarkan nilai sosiologis yang ditentukan berdasarkan fungsi sosial dari objek, setiap akta dengan honorarium yang diterima paling besar adalah sejumlah Rp5.000.000 (lima juta Rupiah).

Selain biaya PPAT, terdapat biaya lain yang perlu Anda bayarkan saat mengurus AJB yakni adalah PPh atau Pajak Penghasilan dan BPHTB atau Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan.

PPh perlu dibayarkan oleh penjual dengan nilai sebesar 5% dari harga properti. Sedangkan bagi penjual perlu membayar BPHTB sebesar 5% setelah dikurangi nilainya oleh Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP).

5. Tips Mengurus AJB Aman dan Nyaman

Anda bisa melakukan pengurusan dokumen sendiri tanpa harus menggunakan jasa calo. (Foto: Pexels - Thirdman)
Anda bisa melakukan pengurusan dokumen sendiri tanpa harus menggunakan jasa calo. (Foto: Pexels - Thirdman)

Anda bisa melakukan pengurusan dokumen sendiri tanpa harus menggunakan jasa calo. (Foto: Pexels - Thirdman)

Jangan pernah sekali-sekali tergiur untuk membeli sebuah properti tanpa adanya AJB yang mengikat. Sekalipun penjual menawarkan properti dengan harga yang miring, karena tanpa adanya AJB maka Anda bisa mengalami masalah apabila properti tersebut sedang mengalami sengketa. Supaya tidak bingung, di bawah ini adalah tips dalam mengurus AJB yang nyaman dan aman:

  • Mengurus AJB tidak membutuhkan dokumen yang terlalu banyak, usahakanlah Anda menyiapkan seluruh dokumen dengan lengkap supaya proses pengurusan bisa berjalan dengan lancar.

  • Hindari untuk menggunakan jasa calo karena selain Anda tidak bisa belajar sendiri untuk mengurus AJB, biaya yang perlu Anda keluarkan menjadi sangat besar yang sebenarnya bisa Anda manfaatkan untuk keperluan lainnya.

  • Buatlah persetujuan antara pihak penjual atau pembeli untuk datang bersama dalam pengurusan supaya bisa saling mengerti antara satu dengan yang lainnya dan terhindari masalah yang mungkin ada di kemudian hari.

  • Carilah kantor Notaris/PPAT yang memiliki reputasi atau track record yang baik supaya pengurusan bisa berjalan dengan lancar.

Itulah pembahasan lengkap mengenai pentingnya AJB dalam transaksi jual beli properti. Pastikan untuk selalu memiliki akte jual beli yang sah ketika Anda hendak menjual atau membeli sebuah properti yang diinginkan.

Tidak perlu bingung! Cek video yang informatif berikut ini untuk mengetahui langkah mudah dalam mengajukan Kredit Pemilikan Apartemen atau KPA!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya
Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel