Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara, Angka Harapan Capai 99 Persen

Rochimawati, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVA – Berdasarkan data Global Cancer Observatory 2020 dari WHO, kasus kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia adalah kanker payudara, yakni 65.858 kasus. Angka tersebut setara dengan 16,6 persen dari total 396.914 kasus kanker di Tanah Air.

Padahal, kanker payudara termasuk jenis kanker yang sangat mudah dideteksi sehingga pencegahan bisa diupayakan sejak dini. Salah satu cara deteksi paling mudah dengan metode memeriksa payudara klinis (Sadanis) atau memeriksa payudara sendiri (Sadari).

Perbedaan keduanya hanya terletak pada tempat dilakukannya pemeriksaan tersebut. Pada Sadanis, memang membutuhkan tenaga profesional oleh petugas kesehatan di fasilitas layanan kesehatan dengan cara medis dalam mendiagnosis adanya sel abnormal di payudara.

Untuk Sadari, dideteksi sendiri melalui pemakaian cermin. Para perempuan bisa melihat dengan seksama bagian payudaranya apabila ada perubahan bentuk maupun tekstur pada kulit payudara, serta di bagian puting. Ini bisa dilakukan dalam rentang 7-10 hari usai menstruasi.

Deteksi dini ini sangat penting bagi pengobatan dan penyembuhan pasien kanker," kata dokter spesialis bedah onkologi Sonar Soni Panigoro dalam konferensi pers daring CISC, beberapa waktu lalu.

Dengan deteksi dini, maka pengobatan pun bisa dilakukan sejak awal sehingga penanganan akan lebih maksimal. Pada kanker payudara stadium dini, perawatan yang dilakukan lebih berfokus untuk memperbaiki kualitas hidup pasien tersebut.

"Di stadium metastatik agak sulit melakukan penyembuhan, tapi untuk paliatif atau untuk memperbaiki kualitas hidup pasien," ujar Sonar.

Tak hanya itu, kanker payudara yang ditemukan di stadium dini, lebih berpeluang untuk menekan penyebaran sel abnormal agar tak semakin meluas. Terbukti, kanker payudara yang ditemukan lebih awal pada stadium dini memiliki angka harapan hidup lebih tinggi hingga 99 persen untuk kanker yang terlokalisasi atau belum menyebar.

Sementara, angka harapan hidup untuk kanker payudara stadium dini yang sudah menyebar, mencapai 85 persen. Sayangnya, untuk kanker payudara yang sudah menyebar dan meluas di stadium lanjut dan metastatik, hanya memiliki angka harapan hidup hingga 27 persen.