Pentingnya Digital Marketing saat Pandemi COVID-19

Syahdan Nurdin, yuniartinovia24-826
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pandemi Covid-19 merupakan hal yang sebelumnya tidak pernah ada dalam pikiran saya, penemuan virus yang diyakini berasal dari China ini dikabarkan berbahaya karena dapat menyebar secara luas dan cepat, bahkan diberitakan juga banyak menelan korban jiwa.

Kemunculannya sempat membuat sektor industri terhambat, tidak hanya itu dalam hal distribusi terutama transportasi sangatlah terasa dampaknya. Beberapa negara bahkan menerapkan sistem isolasi atau lock down. Lalu, apakah dalam dunia marketing pandemi Covid-19 ini berdampak?

Dampak terhadap marketing berbeda dengan dampak terhadap ekonomi yang kita tahu bahwa pandemi menyebabkan kemunduran ekonomi di mana angka pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan dapat melonjak pesat hanya dapat bergerak perlahan dan sangat tidak diharapkan dalam pertumbuhan ekonomi sebuah negara khususnya Indonesia.

Dampak terhadap marketing bisa dibilang selama pandemi semua usaha mengalami kesusahan bahkan ada yang terpaksa menghentikan usahanya dikarenakan pandemi, berbagai alasan seperti kurangnya minat beli maupun spekulasi akan keberlangsungan usaha dengan pengaruh pendapatan tiap harinya yang dirasa kurang.

Namun sebenarnya dengan adanya digital marketing sangatlah membantu untuk mengatasi keberlangsungan usaha bahkan bisa dibilang juga dapat mendorong usaha untuk lebih maju, tentunya dengan strategi yang tepat juga.

Sebenarnya apa digital marketing itu? Digital marketing adalah suatu usaha untuk melakukan pemasaran sebuah brand atau produk melalui dunia digital atau internet. Tujuannya ialah untuk menjangkau konsumen maupun calon konsumen secara cepat dan tepat waktu. Lebih sederhananya, digital marketing ialah suatu cara untuk mempromosikan produk / brand tertentu melalui media internet. Bisa melalui iklan di internet, Facebook, YouTube, ataupun media sosial lainnya.

Digitalisasi dalam dunia marketing atau sebut saja digital marketing sangatlah banyak keuntungannya diantaranya lebih menghemat biaya dalam pemasaran.

Sebagai contoh yang dulunya untuk memasarkan sebuah produk dengan mencetak selebaran atau membuat papan iklan besar di pinggir jalan yang memerlukan banyak sekali biaya.

Dengan adanya digitalisasi dalam dunia marketing biaya untuk memasarkan produk tersebut dapat dipangkas serta lebih aktraktif.

Selain itu, digital marketing memungkinkan untuk menyampaikan informasi kepada pelanggan tanpa harus bertemu langsung yang kita tahu selama pandemi hampir setiap orang enggan dan takut untuk bertemu secara langsung.

Perlu diketahui juga bahwa sebelum menggunakan platform digital kita perlu melakukan identifikasi pasar serta pemetaan pasar, tujuannya agar kita mengetahui/memahami saluran atau media mana yang disukai oleh kebanyakan audiens target agar pesan yang kita sampaikan dapat tersampaikan dengan baik ke mereka. (Novia Yuniarti, Management International, FEB, Unsoed 2018)