Pentingnya Etika dalam Penyebaran Ajaran Agama di Ruang Digital

Merdeka.com - Merdeka.com - Era digital telah menyebar ke hampir seluruh sendi kehidupan manusia. Kemajuan teknologi digital telah mampu membentuk ruang digital yang berperan dalam menyebarkan ajaran agama.

Kepala Unit ICT Universitas Dipa Makassar, Erfan Hasmin mengungkapkan, setidaknya ada dua jenis media penyebaran agama pada ruang digital. Pertama media yang bersifat tertutup seperti whatsapp grup. Kemudian, media yang terbuka misalnya channel youtube, instagram, facebook pages, dan lainnya.

"Dengan aplikasi whatsapp yang bersifat tertutup pembahasan bisa lebih mendalam.Sedangkan pada instagram dan halaman facebook yang sifatnya terbuka umumnya berisi konten-konten ringan mengenai agama," tutur Erfan pada webinar literasi digital 'Indonesia Makin Cakap Digital' yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI untuk komunitas digital di wilayah Bali - Nusa Tenggara, Selasa (26/7).

Irfan juga mengingatkan pentingnya etika dalam penyebaran agama di ruang digital. Di antaranya, terkait dengan topik diskusi yang dibahas hendaknya yang dapat diterima dan tidak menyinggung anggota grup, juga tidak menyinggung kepercayaan orang lain.

"Penting membuat klasifikasi apakah ini opini atau fakta yang punya rujukan," jelasnya.

Kegiatan webinar yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten itu membahas setiap tema dari sudut pandang empat pilar utama. Yakni, digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Dari perspektif budaya digital (digital culture), Sekretaris Universitas Dipa Makassar Indra Samsie menyatakan, agama merupakan segala sesuatu yang didapat atau bersumber dari Tuhan. Sedangkan kebudayaan merupakan segala sesuatu yang diciptakan atau produk cipta, rasa, dan karsa dari manusia.

"Meskipun berbeda, agama dan kebudayaan tetaplah terkait dan memiliki relasi yang kuat. Hal itu terjadi pada agama apa saja," kata Indra.

Indra menambahkan, digitalisasi budaya adalah merupakan infrastruktur bagi agama di Indonesia. Apalagi, agama acapkali menggunakan budaya untuk media dakwah sekaligus masuk dalam budaya.

"Tentu dengan menyesuaikan apa yang boleh atau sesuai dengan ajaran agama," pungkasnya.

Sejak dilaksanakan pada 2017, Gerakan Nasional Literasi Digital telah menjangkau 12,6 juta masyarakat. Pada tahun 2022 ini, Kominfo menargetkan pemberian pelatihan literasi digital kepada 5,5 juta warga masyarakat.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 yang merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital ini diselenggarakan oleh Kemenkominfo bekerja sama dengan Siberkreasi. Kegiatan yang diagendakan digelar hingga awal Desember nanti diharapkan mampu memberikan panduan kepada masyarakat dalam melakukan aktivitas digital. [hrs]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel