Pentingnya Melek Digital bagi Perempuan untuk Mendorong Bisnis UMKM

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Industri UMKM memberikan kontribusi yang cukup besar bagi sektor ekonomi. Data Badan Pusat Statistik menyebut 64,5% bisnis UMKM di indonesia dikelola oleh perempuan. Namun menggerakkan bisnis UMKM di masa pandemi bukan perkara mudah. Ditambah lagi masih banyak perempuan yang belum terjamah oleh akses digital yang sebenarnya memudahkan perkembangan bisnis UMKM itu sendiri.

Melihat kondisi ini penting bagi perempuan untuk melek digital dan menyadari potensi bisnis yang lebih besar di industri digital. Untuk mempercepat digitalisasi UMKM, Danone Indonesia bekerja sama dengan Google Indonesia menyelenggarakan program Women Will untuk memberikan dukungan edukasi literasi digital kepada mitra mikro bisnisnya, seperti AQUA Home Service dan Warung Anak Sehat.

“Perubahan perilaku dan orientasi masyarakat selama pandemi menunjukkan adanya usaha yang terhubung dengan ekosistem digital mampu beradaptasi, bertahan bahkan berkembang bisnisnya. Kementerian Koperasi dan UKM mendorong perempuan untuk menguasai keterampilan bisnis digital,” Destry Anna Sari selaku Asisten Deputi Pemasaran, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Kementerian Koperasi dan UKM.

Danone Indonesia sendiri telah memiliki program pemberdayaan perempuan, seperti AQUA Home Service yang menjadi layanan rumah AQUA untuk memberdayakan ibu rumah tangga mendapatkan pemasukan sendiri dengan menjual produk AQUA. Selain itu, ada juga Warung Anak Sehat yang menjadi program pembinaan kepada ibu pengelola kantin sekolah untuk membangun kesadaran pentingnya gaya hidup sehat, terutama untuk anak usia 5-12 tahun dan membantu anak Indonesia menjadi generasi maju melalui penyediaan variasi pangan sehat.

Beradaptasi dengan platform digital

Mayoritas pelaku UMKM adalah perempuan. Simak bagaimana digital bisa membantu UMKM lebih berkembang di masa pandemi (Foto: Danone Indonesia)
Mayoritas pelaku UMKM adalah perempuan. Simak bagaimana digital bisa membantu UMKM lebih berkembang di masa pandemi (Foto: Danone Indonesia)

Di tengah pandemi pengusaha perempuan AQUA Home Service dan Warung Anak Sehat mengalami transaksi yang berkurang. Sehingga diperlukan adaptasi dengan teknologi karena berpengaruh pada bisnis mereka. Danone Indonesia menggandeng Google Indonesa untuk memberikan pelatihan digital secara virtual kepada sekitar 700ribu AHS dan Warung Anak Sehat dari berbagai kota di Indonesia.

Materi yang diberikan terkait pemanfaatan teknologi digital untuk optimalisasi bisnis seperti penggunaan media sosial dan fitur Google My Business, membangun kesiapan mental berwirausaha dan penguatan business mindset yang disusun dalam empat modul dan diberikan secara bertahap selama Oktober-November.

Dari Google sendiri terdapat inisiasi Women Will yang berfokus pada program digital untuk pemberdayaan ekonomi perempuan di seluruh dunia. Menciptakan peluang ekonomi bagi perempuan sehingga dapat berkembang dan berhasil.

Inovasi jadi hal terpenting

Kehadiran platfrom digital tidak hanya menghadirkan peluang, melainkan juga menghadapi tantangan dalam menjalankan bisnis secara online.

“Kunci utama UMKM agar bisa bertahan adalah kemampuan merespons perubahan tren yang terjadi karena pandemi. Di masa pembatasan aktivitas karena alasan keselamatan dan kesehatan seperti saat ini., masyarakat mengganti kebiasaan berbelanja offline ke online. Untuk dapat menjangkau konsumennya, UMKM perlu melakukan transformasi ke bisnis digital,” tutur Jonathan End selaku Digital & Growth Consultant.

Selain itu, para pelaku UMKM juga perlu beradaptasi dan melakukan inovasi dalam menghadapi persaingan bisnis online. Kini, menjadi saatnya perempuan untuk membidangi UMKM dengan melakukan transformasi bisnis ke dunia digital agar mampu bertahan dan berkembang di masa pandemi.

Simak video berikut ini

#changemaker