Pentingnya Pebisnis Memahami Kebutuhan Konsumen

Dian Lestari Ningsih, ramdhaniekkyfajar27-801
·Bacaan 2 menit

<p>VIVA – Dalam mencapai kesuksesan dalam berbisnis, kita membutuhkan beberapa aspek pendukung seperti, strategi pemasaran. Salah satu dalam strategi pemasaran tersebut adalah memahami apa kebutuhan konsumen. Sehingga perusahaan dapat terus memproduksi barang yang memang diminati dan dibutuhkan oleh konsumen.

Ketersediaan informasi yang meningkat jumlahnya lewat berbagai media, termasuk internet, menjadikan konsumen saat ini cenderung lebih kritis dalam memilih produk dan jasa yang tersedia. Ditambah pula ketersediaan berbagai produk dan jasa yang menjadi pilihan alternative bagi mereka.

Untuk dapat unggul dalam persaingan, pebisnis harus paham benar apa kebutuhan konsumen. Dalam menjual suatu produk atau jasa, pertanyaan mendasar yang harus dapat dijawab dan dipahami oleh pebisnis adalah “apa kebutuhan konsumen saya?”.

Seorang pebisnis harus paham betul bahwa produk atau jasa yang ditawarkan dapat menjadi solusi dari kebutuhan konsumen. Kesalahan yang sering dilakukan pembisnis adalah menciptakan teknologi atau inovasi lalu menjual ke pasar, tapi tak tahu masalah apa yang dapat diselesaikan oleh produk tersebut.

Ada 5 (lima) hal penting agar pembisnis paham kebutuhan konsumen. Yaitu;

1. Pengertian dan Empati

Konsumen akan cenderung loyal terhadap suatu produk atau jasa ketika pembisnis dapat memahami masalahnya. Lalu, ada solusi lewat produk atau jasa tersebut. Karena itu, pembisnis harus benar-benar memahami posisi konsumen dengan mencoba memosisikan diri sebagai konsumen.

2. Informasi

Konsumen ingin mendapat informasi selengkap-lengkapnya mengenai produk atau jasa yang digunakan sehingga merasa yakin. Akan tetapi, mereka ingin mendapatkan informasi itu dari pihak pembisnis dengan akses yang mudah, tanpa menghasikan waktu, baik dalam mencari informasi umum mengenai produk maupun dalam proses penggunaannya.

3. Kontrol

Ada kebutuhan konsumen yang dirasa harus dimiliki pada kondisi tertentu. Maka pembisnis memberi kontrol terhadap konsumen dengan melibatkan mereka dalam bisnis proses.

4. Pilihan atau Alternatif

Konsumen perlu merasa bahwa mereka mampu mendapatkan keinginannya. Karena itu, pembisnis perlu hadir sebagai media yang tepat untuk membantu konsumen mencapai tujuannya.

5. Apresiasi

Konsumen perlu tahu bahwa pembisnis sangat menghargai mereka sebagai konsumen, apa pun latar belakangnya, sehingga pendekatan yang dilakukan harus tepat.

Setelah memahami kelima hal tersebut, pembisnis dapat memulai langkah awal menentukan kebutuhan apa yang sekiranya dibutuhkan konsumennya. Seperti menargetkan siapa konsumennya, mengenal bagaimana karakter konsumen, melakukan survey, membuat hipotesis, lalu melakukan eksekusi.

Jika sekiranya pembisnis sudah dapat memahami dan mengenal konsumen, akan lebih mudah bagi pembisnis untuk menentukan tingkat kebutuhan konsumen. Sehingga dapat mencegah kegagalan pemasaran produk atau jasa.