Pentingnya Menjaga Makanan yang Halal dan Tayib

Syahdan Nurdin, cahayalatifah69-394
·Bacaan 1 menit

VIVAMakanan minuman yang halal akan membawa berkah meskipun jumlahnya sedikit. Sebaliknya, jika makanan dan minuman haram selain dilarang oleh Allah SWT juga mengandung lebih banyak mudharat (kejelekan) daripada kebaikannya.

Devi Octoviany alumni UKMKI Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya dalam acara sharing seputar muslimah dengan tema " Beware Of Your Food " mengingatkan bahwa pentingnya menjaga makannya yang halal dan tayib (baik).

Segala jenis makanan yang ada di dunia dasarnya halal untuk dimakan, sampai ada dalil yang melarangnya. "Makanan yang enak dan lezat belum tentu baik untuk tubuh, dan boleh jadi makanan tersebut berbahaya bagi kesehatan. Sedangkan makanan yang tidak halal bisa mengganggu kesehatan rohani, karena daging yang tumbuh dari makanan haram, akan dibakar di hari kiamat nanti dengan api neraka Allah SWT,” jelas alumni S1 Fakultas Teknologi Pangan UNTAG Surabaya Tahun 2000 tersebut.

Ada banyak ayat Alquran yang berbicara tentang makanan halal dan makanan haram, lanjutnya, seperti dalam QS. Al-Maidah ayat 3 yang artinya:

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala.

Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku.

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”