Pentingnya Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan di Perkotaan

Syahdan Nurdin, dwikorynoza-902
·Bacaan 2 menit

VIVA – Dengan semakin pesatnya gerak kegiatan masyarakat dan pemerintahan yang disertai dengan makin meningkatnya kemampuan ekonomi masyarakat, telah terbukti dan dapat diperkirakan bahwa benturan-benturan berbagai kepentingan dalam pemanfaatan ruang makin sering terjadi secara tajam dan kompleks.

Berbagai kegiatan yang terkait dengan pemanfaatan ruang meliputi berbagai sektor, antara lain sektor perindustrian, kehutanan, pertambangan, pengairan, pertanian, pengadaan infrastruktur, perumahan dan permukiman, perdagangan, dan pariwisata yang kesemuanya itu masing-masing memiliki pengaruh dan tekanan yang kuat terhadap ruang.

Dalam hal ini partisipasi masyarakat dalam output pembangunan juga sangat penting dimiliki, sehingga rasa memiliki dari masyarakat terhadap hasil pembangunan juga turut berjalan baik demi terlaksananya pemerintahan yang baik dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Hingga hari ini banyak sekali masyarakat yang terkena imbas penggusuran atas dasar pembangunan padahal tidak ada solusi yang jelas dari sisi Pemerintah.

Dalam berbagai kasus yang menimpa masyarakat, setidaknya disebabkan karena hukum semata-mata dijadikan alat untuk menunjang pembangunan. Hukum dijadikan sebagai instrumen yang difungsikan sebagai dasar pembenar terhadap segala tindakan penguasa yang mengatasanamakan “pembangunan”.

Tak sedikit penyelesaian berbagai kasus dari dampak pembangunan tadi harus berakhir di pengadilan, yang kerap kali pula memenangkan “sang pemilik pembangunan”, yakni penguasa dan atau oknum pengusaha. Hal ini dapat membahayakan bagi integritas peradilan yang seharusnya berperan sebagai benteng terakhir pencari keadilan, maupun integritas hukum itu sendiri.

"Adalah sangat ideal," kata Weidner. Menurutnya, apabila dalam pembangunan itu terjadi pertumbuhan yang terarah, perubahan sistem yang direncanakan sebaik-baiknya.

Setiap pembangunan harus mempunyai tujuan. Tujuan harus ditetapkan sebelumnya, kemudian diusahakan agar ada perubahan, pertumbuhan dan perkembangan menuju ke arah tercapainya tujuan.

Untuk dapat mencapai tujuan tersebut perlu ada kemampuan, yakni kemampuan untuk mengubah tumbuh dan berkembang menuju ke arah tercapainya apa yang dikehendaki dengan pembangunan.

Konsekuensi logis dari pelaksanaan pembangunan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat, bahasannya seluruh masyarakat, baik secara sendiri-sendiri maupun secara formal melalui berbagai jenis organisasi yang terdapat dalam masyarakat, memungkinkan dan berkesempatan untuk aktif dalam proses pembangunan.

Maka dari itu dalam hal ini penulis menyatakan bahwasannya partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam pembangun perkotaan untuk menghindari konflik antara pemerintah dan juga masyarakat.

Memang dalam hal pembangunan pasti ada yang merasa tidak puas, tetapi akan lebih baik juga masyarakat terlibat di dalamnya, karena pada dasarnya komunikasi antara pemerintah dan juga masyarakat merupakan hal yang penting sebab dari komunikasilah muncul jalan tengahnya.

Dalam hal ini keterlibatan masyarakat dalam hal urusan-urusan politik pencerminan dari hak demokrasi inilah yang lazim dikenal dengan istilah peran serta atau biasa dipadankan dengan istilah partisipasi masyarakat. (Dwiko Rynoza Nur Rachman, Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang, Sekbid Ideologi Kaderisasi GMNI UMM 2018-2019)