Pentingnya Peran Media Sosial untuk Sistem Pemasaran

Syahdan Nurdin, Bagjaprayasti
·Bacaan 2 menit

VIVAMedia sosial semakin mendapat perhatian dari komunitas bisnis yang dapat digunakan sebagai platform untuk menjual barang dan jasa, mempromosikan produk kepada calon pelanggan, membangun relasi dengan baik, bisa meminta kritik atau saran untuk produk dan layanan baru dari pelanggan. Dan berinteraksi dengan calon pemasok, mitra kerja, dan kolaborator.

Dari aspek perekonomian salah satunya sektor bisnis yang menjadikan semakin banyak bisnis secara online dan mengiklan nya melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, dan YouTube. Pemasaran, Promosi, dan Penjualan. Perusahaan percaya bahwa media sosial mempunyai potensi besar untuk meningkatkan pemasaran dan juga penjualan melihat dari media sosial sebagai cara baru untuk berkomunikasi dengan pelanggan saat ini.

Media sosial yaitu media daring untuk memudahkan bersosialisasi satu sama lain. Manfaat media sosial adalah mempermudah pengguna agar bisa melakukan interaksi online, terutama dalam melakukan jual beli online.

Seperti contoh seseorang menjual suatu barang dan di iklankan melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, Shopee, dan lainnya. Dengan melibatkan penggunaan alat media sosial ini untuk meningkatkan efektivitas dan meningkatkan perolehan informasi yang diperlukan untuk membuat keputusan yang optimal.

Pemasar setidaknya mengerti beberapa aspek dalam pemasaran melalui media sosial seperti:

a. Mencari ide unik untuk menampilkan di media sosial

b. Mengidentifikasi pasar online

c. Mencari target sesuai yang dijual

d. Mengalokasikan anggaran sebaik mungkin

e. Terakhir menjalankan pasar online sebaik mungkin

Kemudian perusahaan berusaha untuk mengoptimalkan kinerja dan mengidentifikasi serta menerapkan taktik media sosial untuk mengevaluasi kemajuan menuju tujuannya. Potensi nyata dari media sosial jauh melampaui pengiriman pesan yang memengaruhi orang

Banyak perusahaan menggunakan media sosial untuk pemasaran, perusahaan harus mengerti dengan jelas tentang apa yang ingin mereka dapat dengan upaya media sosial mereka. Seperti mengarahkan informasi apa yang mereka lacak untuk menilai efektivitas tindakan mereka.

Kemudian jika perusahaan ingin mempelajari bagaimana perasaan pelanggan tentang produknya, itu akan melacak jumlah posting blog dan video positif dan negatif tentang perusahaan, produk, layanan, manajemen senior, atau praktik dari bisnisnya.

Maka dari itu peran media sosial dalam sistem pemasaran ini sangat penting. Selain memasarkan barang yang dijual melalui online, si penjual juga bisa menganalisis tentang keinginan, kesukaan, dan yang dicari oleh si pembeli.

Dan si pemasar pun sebisa mungkin mempunyai respons yang umum seperti kesadaran yang baik, pengetahuan, kesukaan, preferensi, dan pembelian. (Bagja Prayasti, Mahasiswa Manajemen Kelas Internasional FEB, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto)