Pentingnya Proses Plester Dinding untuk Kekuatan dan Daya Tahan Dinding

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Ketika membangun rumah, dinding menjadi bagian utama yang wajib diperhatikan saat proses pembangunannya. Hal itu dikarenakan, dinding tak hanya sekadar pembatas setiap ruangan saja, tapi juga menjadi area yang paling terekspos.

Proses pembangunan dinding pun memerlukan sejumlah tahapan apabila tak ingin tampilan batu bata atau bata ringan terekspos, terutama dalam proses finishing, yakni pengaplikasian plester dinding. Ya, plester dinding merupakan tahapan yang berfungsi melapisi dinding rumah sehingga tercipta hasil akhir yang rapi.

Tahap plester dikerjakan setelah pemasangan batu bata atau bata ringan, dan proses ini menentukan dalam mempermudah proses pengecatan selanjutnya, untuk itu penting memberikan perhatian ekstra di tahap ini.

Keunggulan plester dinding

Ilustrasi plester dinding. (shutterstock)
Ilustrasi plester dinding. (shutterstock)

Plester dinding selain mempermudah proses pengecatan juga memiliki keunggulan lainnya, yaitu melindungi dinding dari panas matahari dan air hujan yang dapat menyebabkan keretakan maupun rembes pada tembok. Tak hanya itu proses plester juga bisa menambah kekuatan dinding sekaligus mampu meminimalisir suara bising dari lingkungan alias berfungsi sebagai peredam suara.

Bahan utama dalam pembuatan plester dinding umumnya kita mencampur secara manual semen, pasir, dan air dengan komposisi tertentu hingga mengikat sempurna. Namun, kini ada cara lebih praktis sekaligus hasil yang jauh lebih baik bila Anda menggunakan plester instan seperti Mortar Indonesia D-2 Perekat Bata & Plester.

Mortar Indonesia D-2 Perekat Bata & Plester adalah produk mortar yang diformulasikan khusus sebagai perekat bata dan plester dinding. Dengan komposisi campuran semen, pasir, dan bahan pilihan yang tercampur secara homogen sehingga hasil aplikasi lebih maksimal dan berkualitas.

Persiapan alat untuk plester dinding

(Mortar Indonesia)
(Mortar Indonesia)

Bila menggunakan mortar instan Anda tak perlu menyiapkan ayakan untuk menyaring pasir dari batu dan kotoran karena pasir sudah tidak diperlukan. Alat-alat yang perlu dipersiapkan antara lain,

  • Hand mixer

  • Sendok semen untuk menempelkan adukan plester

  • Benang untuk panduan kerataan

  • Jedar untuk meratakan adonan plesteran yang sudah ditempekan menggunakan sendok adukan.

  • Ember untuk menakar adukan plester dinding dan mengambil air saat proses pencampuran Mortar Indonesia D-2 Perekat Bata & Plester dengan air.

Tahapan pengerjaan

  1. Siapkan 6,0-6,5 liter air untuk setiap 40 Kg Mortar Indonesia.

  2. Campur Mortar Indonesia Perekat Bata & Plester (D-2) dengan air, lalu aduk rata, atau dapat juga menggunakan hand mixer, hingga tercapai tingkat kelecakan yang diinginkan

(Mortar Indonesia)
(Mortar Indonesia)

3. Siapkan panduan kerataan menggunakan benang (kepalaan 1 cm).

(Mortar Indonesia)
(Mortar Indonesia)

4. Bersihkan permukaan dinding dari kotoran dan basahi bila perlu karena dinding batu bata yang dalam kondisi lembap membantu plester dapat merekat dengan mudah.

(Mortar Indonesia)
(Mortar Indonesia)

5. Aplikasikan plesteran dengan metode “kamprot”, tahapan ini diperlukan plester 6 hingga 10 milimeter.

(Mortar Indonesia)
(Mortar Indonesia)

6. Ratakan plester menggunakan jidar

(Mortar Indonesia)
(Mortar Indonesia)

7. Ratakan kembali plesteran menggunakan roskam untuk mendapatkan tingkat kerataan yang diinginkan.

8. Biarkan kering selama 1x24 jam sebelum Aplikasi selanjutnya.

Untuk langkah pengerjaan lebih detail, simak video di bawah ini.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel