Pentingnya proses "reading" film bagi Lulu Tobing

Alviansyah Pasaribu
·Bacaan 2 menit

Aktris Lulu Tobing favoritkan proses “reading” dalam setiap penghayatan dan pendalaman peran dalam film-film yang akan dimainkannya untuk kemudian ditampilkan ke layar lebar.

Ia mengaku lewat proses “reading” ia mendapatkan banyak koreksi hingga dapat menakar emosi yang harus dimasukan saat menghayati perannya.

“Saya sangat menyukai reading, karena itu penting bisa sangat membantu proses pendalaman karakter. Itu yang saya sukai,” kata Lulu dalam acara first look film “KATA” yang digelar secara virtual, Jumat.

Ia mencontohkan dalam proses “reading” di film “KATA” yang merupakan hasil adaptasi dari novel karya Rintik Sendu (Allyfa Tsana), ia harus mendalami peran sebagai seorang Ibu yang memiliki penyakit mental sehingga tidak dapat berkomunikasi dengan normal akibat trauma di masa lalu.

Baca juga: Cerita adu akting Vanesha Prescila, Dikta & Rizky Febian di film KATA

Baca juga: Absen 7 tahun, Lulu Tobing gugup saat kembali berakting

Meski ia tidak memiliki banyak naskah, namun dari proses “reading” bisa memperkirakan emosi yang harus ditumpahkan ke dalam peran Ibu Binta di film “KATA”.

“Memerankan Ibunya Binta (Vanesha Prescilla) itu bukan hal yang biasa kayak di karakter- karakter ibu lainnya.Saya gak pernah ada di posisi itu, jadi saya benar- benar cari cara harus gimana menakar dosis emosinya agar gak lebay, tapi gak kurang. Dari proses reading itu saya belajar, harus merasakan kepedihan, amarah, kesendirian. Itu yang jadi tantangan,” kata Lulu.

Wanita yang kerap berperan menjadi Ibu di film layar lebar lainnya maupun di sinetron-sinetronnya itu pun menyebutkan dari reading ia bisa memberikan perbedaan di setiap aktingnya.

“Begitu ada di set (lokasi syuting), terus pakai kostum, dengan suasana yang berbeda, ditambah amunisi dari reading ya otomatis itu mengubah kondisi yang kita perankan. Meski sering akting sebagai ibu tapi hal itu yang bisa membedakan, karena kan beban masing- masing ibu juga berbeda- beda jadi tentu hasilnya beda,” tutup Lulu.

Dalam film “KATA” Lulu Tobing beradu akting dengan tiga bintang muda yaitu Vanesha Prescilla, Pradikta “Dikta” Wicaksono, dan Rizky Febian.

Film produksi Falcon Pictures itu merupakan adaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Rintik Sendu (Allysa Tsana) dan disutradarai oleh Herwin Novianto.

Film “KATA” akan mengisahkan cerita seorang perempuan muda bernama Binta yang diperankan oleh Vanesha Prescilla.

Binta merupakan pribadi yang tertutup dan sulit bergaul dan memiliki tanggung jawab harus mengurus ibunya yang diperankan oleh Lulu Tobing. Ibu Binta tidak bisa berkomunikasi dengan normal karena masalah mental akibat trauma di masa lalu.

Binta pun akhirnya bertemu dengan Nugraha salah seorang mahasiswa populer di kampusnya yang diperankan Rizky Febian.

Nugraha ternyata tertarik pada Binta dan kerap kali mendekatinya, namun Binta rupanya masih sering teringat sosok di masa lalunya yaitu Biru yang diperankan oleh Dikta.

Dalam film ini akan digambarkan bagaimana Binta mencoba memahami dirinya sendiri lewat interaksi dengan tokoh- tokoh lainnya.

Baca juga: "Dua Garis Biru", drama remaja tentang cinta dan tanggung jawab

Baca juga: Lulu Tobing kembali bintangi film drama dengan cerita lebih "gelap"

Baca juga: Kesan Lulu Tobing di mata "putra-putrinya"