Pentingnya Sertifikasi Kompetensi Demi Daya Saing Pekerja Migran

Hardani Triyoga
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sertifikasi kompetensi dinilai jadi faktor pendukung bagi pekerja migran Indonesia (PMI) di sektor informal agar mampu bersaing. Apalagi, di tengah kondisi pandemi COVID-19 yang menyebabkan banyak pekerja migran butuh peningkatan kompetensi lantaran banyak sebagian mereka terhenti pekerjaannya.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Miftakul Azis saat menyaksikan pelaksanaan program sertifikasi kompetensi kerja (PSKK) yang dilaksanakan LSP Pekerja Domestik Lintas Benua di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Langgeng Tjipta Mandiri Cirebon, Jawa Barat.

Azis menilai sertifikasi kompetensi penting bagi pekerja migran maupun calon pekerja migran. Alasannya agar nanti bisa bersaing dan mendapatkan pengakuan dari negara yang ditempatkan.

Menurut dia, pihaknya berupaya mendukung pemerintah dalam mewujudkan sumber daya manusia (SDM) kompeten dan unggul. Hal ini termasuk SDM yang jadi pahlawan devisa yaitu para pekerja migran.

“Pemerintah di bawah Presiden Jokowi sangat konsen dengan PMI, melalui Kemnaker, BNSP dan BP2MI khususnya program peningkatan kompetensi dan pengakuan kompetensi pekerja migran terus dikembangkan sebagai bentuk perlindungan," ujar Azis, dalam keterangannya yang dikutip pada Jumat, 30 April 2021.

Azis menjelaskan dalam sertifikasi kompetensi kali ini, seluruh pekerja migran lebih dahulu dilatih dan dibekali pengetahuan mengenai houskeeper atau pekerja rumah tangga. Selama dua bulan mereka digenjot pelatihan yang kemudian nanti diproyeksikan untuk negara tujuan seperti Hongkong dan Singapura.

Dengan sertifikasi kompetensi bisa jadi jaminan mutu SDM pekerja migram sebelum berangkat ke negara tujuan.

"Tujuannya agar PMI cepat mendapatkan pekerjaan dan mampu berdaya saing,” sebut Azis.

Pun, Kepala LPK Cirebon, Fendi Candra mengapresiasi sertifikasi kompetensi pekerja migran yang digelar BNSP melalui LSP Pekerja Domestik Lintas Benua. Program ini dinilai positif karena membantu pekerja migran di tengah kesulitan saat pandemi.

Menurutnya, program ini juga bagus untuk calon pekerja migran Indonesia (CPMI). Maka itu, ia berharap program bisa berlanjut.

"Kami berharap program ini dapat berlanjut karena sangat membantu CPMI apalagi di tengah pandemi COVID-19," ujar Fendi.