Penuh Kontroversi, 4 Laga Ini Kerap Dituduh Diwarnai Pengaturan Skor

Bola.com, Jakarta - Match fixing atau pengaturan skor merupakan tindakan buruk di dunia olahraga, tak terkecuali di pentas sepak bola. Tindakan tersebut mencoreng sportivitas dan profesionalitas olahraga.

Satu di antara lima liga besar Eropa, Serie A, pernah menorehkan tinta kelam dengan kasus pengaturan skor pada 2006. Kasus tersebut terkenal sebagai skandal Calciopoli.

Skandal tersebut melibatkan tim-tim besar Seria A, seperti Juventus, AC Milan, Fiorentina, Lazio, serta Reggina.

Alhasil, gelar juara yang telah diraih Juventus musim 2005-2006 dicopot. Selain itu, Nyonya Tua juga didegradasi ke Serie B, yang menjadi kali pertama sepanjang sejarah klub itu.

Sementara AC Milan, Fiorentina, Lazio, dan Regina hanya mendapat pengurang poin tanpa turun ke Serie B.

Setelah kasus Calciopoli terungkap, fans kerap menyoroti pertandingan yang dirasa aneh. Mereka menuding ada match fixing, yang mengubah jalannya pertandingan.

Melansir Give Me Sport, Selasa (12/5/2020), sebuah Chanel Youtube, Vanemas, mengunggah video kompilasi empay pertandingan yang dituding diwarnai pengaturan skor. Berikut Bola.com berikan ulasan singkat empat pertandingan tersebut.

1. Chelsea vs Barcelona, Leg Kedua Semifinal Liga Champions 2008-2009

Andres Iniesta mencetak gol ke gawang Chelsea sekaligus memastikan langkah Barcelona ke final Liga Champions 2009. (AFP/Lluis Gene)

Laga Chelsea vs Barcelona pada leg kedua semifinal Liga Champions 2008-2009 pernah menjadi sorotan publik. Wasit Tom Henning Ovrebo menjadi biang masalah pada laga tersebut.

Chelsea menjadi kubu yang dirugikan setelah gagal mendapat hadiah penalti hingga empat kali. Lebih parahnya, dua handsball di kotak penalti Barcelona di depan mata wasit, tak digubris.

Sementara Barcelona dirugikan dengan kartu merah Eric Abidal. Padahal, Nicolas Anelka terjatuh karena ulah sendiri.

Pertandingan berakhir dengan skor sama kuat, 1-1. Barcelona pun lolos dengan keunggulan gol tandang atas Chelsea.

2. Real Madrid vs Bayern Munchen, Leg Kedua Perempat Final Liga Champions 2016-2017

Cristiano Ronaldo merayakan golnya ke gawang Bayern Munchen pada leg kedua perempatfinal Liga Champions di Santiago Bernabeu stadium, Madrid, (18/4/2017). Real Madrid menang 4-2. (AP/Francisco Seco)

Real Madrid dan Bayern Munchen bertemu di perempat final Liga Champions 2016-2017. Leg kedua di Santiago Bernabeu dimenangi Real Madrid dengan skor 4-2.

Bertandingan berjalan hingga perpanjangan waktu dan Cristiano Ronaldo mencetak hattrick. Namun, justru kartu merah Arturo Vidal yang menjadi tajuk pemberitaan.

Pemain asal Chile itu melakukan tekel yang dianggap berbahaya kepada Marco Asensio. Padahal, ,aksi tersebut tak terlalu berbahaya dan sebelum itu ada pelanggaran keras dari Casemiro kepada Arjen Robben yang tak berhadiah apa-apa.

Keputusan wasit dirasa makin janggal dengan mengesahkan dua gol Cristiano Ronaldo, yang tampak jelas offside. Carlo Ancelotti sampai berang dengan keputusan tersebut.

"Di perempat final, Anda harus menempatkan wasit yang lebih baik, atau sudah saatnya memperkenalkan VAR yang sedang diuji coba UEFA. Wasit terlalu banyak membuat kesalahan," kata Ancelotti setelah pertandingan.

3. Korea Selatan vs Italia, 16 Besar Piala Dunia 2002

Francesco Totti saat laga Italia kontra Korea Selatan pada Piala Dunia 2002. (dok. Fourfourtwo)

Pertandingan Korea Selatan vs Italia di Piala Dunia 2002 termasuk laga kontroversial. Wasit asal Ekuador, Byron Moreno, kerap membuat keputusan yang dirasa menguntungkan Korea Selatan selaku tuan rumah.

Ia memberikan penalti cuma-cuma kepada Korea Selatan di babak pertama, lalu menganulir gol Dimiano Tommasi karea offside. Moreno juga mengusir Francesco Totti dari lapangan karena dianggap melakukan diving dan mendapat kartu kuning kedua.

Pertandingan pun berakhir dengan kekalahan Italia 1-2 dari Korea Selatan dan tersingkir dari Piala Dunia 2002.

4. Korea Selatan vs Spanyol, Perempat Final Piala Dunia 2002

Timnas Korea Selatan melaju ke semifinal Piala Dunia 2002 usai kalahkan Spanyol (AFP/Kim Jae-Hwan)

Pertandingan Korea Selatan melawan Spanyol di perempat final Piala Dunia 2002 juga masuk laga terburuk. Wasit yang memimpin laga membatalkan dua gol sah Spanyol.

Sementara itu, hakim garis juga kerap salah dalam memutuskan offside, yang membuat laga makin kacau. Pertandiangan tersebut berakhir dengan kemenangan Korea Selatan melalui adu penalti.

Setelah pertandingan, pemain Spanyol, Ivan Helguera, mencak-mencak di hadapan media.

"Semua orang melihat dua gol yang sangat bagus. Jika Spanyol tidak menang, itu karena ulah wasit yang tak membiarkan kami menang," sungut Helguera.

Sumber: Give Me Sport