Penuhi Kebutuhan Industri, Terobosan Internet of Things Makin Meningkat

Merdeka.com - Merdeka.com - Gelaran IoT Creation tahun ini telah memasuki tahun keempatnya. Pada Kamis (3/11/2022), di Jakarta, ajang yang digagas Direktorat Standarisasi Perangkat Pos dan Informatika, Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, bekerjasama dengan Asosiasi IoT Indonesia (ASIOTI) ini pun telah sampai di tahap akhir.

Agritronz, platform Smart of Things (IoT) pada bidang pertanian hortikultura yang mengintegrasikan platform New Renewable Energy berbasis Solar Cell System dengan platform Internet of Things dan sistem manajemen data, berhasil menjadi pemenang untuk kategori Smart Solution Hunts.

Sementara di kategori Hands on Workshop, solusi E-Kamling dari NSC Tech, yang merupakan sistem elektronik keamanan lingkungan yang terintegrasi dengan IoT, berhasil menjadi juara pertama.

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Ismail, menyampaikan, Internet of Things (IoT) merupakan teknologi yang sangat applicable untuk diterapkan. Dengan pemanfaatan sensor untuk menangkap data dalam berbagai keadaan, baik itu cuaca, suhu, kecepatan.

"Kemudian, semuanya akan menjadi modal utama lahirnya solusi terintegrasi untuk mengatasi berbagai permasalahan sehari-hari," ujarnya.

Ketua Asosiasi IoT Indonesia (Asioti), Teguh Prasetya menjelaskan, sejak mulai di kick off lima bulan lalu, baik secara daring maupun luring, peminat yang tertarik mengikuti acara ini terus meningkat.

"Kegiatan ini hadir untuk menggali potensi dari anak bangsa agar terus berinovasi dan mengedepankan solusi yang bisa menecahkan masalah yang ada di sekeliling kita. Beragamnya solusi IoT yang ada, ditambah mulai berakhirnya pandemi, membuat IoT menjadi solusi andalan yang dapat membantu masyarakat menghadapi berbagai permasalahan sehari-hari," katanya.

Setelah pengumuman dilakukan, ASIOTI juga akan memberikan panduan unuk para pemenang untuk bisa disertifikasi. Dengan demikian, berbagai inovasi yang dilahirkan para pemenang ini, akan bisa dilakukan komersialisasi secara langsung.

Hal ini sejalan dengan kebutuhan industri, dimana diprediksikan industri IoT akan mencapai nilai USD 40 miliar atau sekitar Rp 550 triliun. Dengan jumlah perangkat mencapai 678 juta di 2025. [faz]