Penuhi Kebutuhan Oksigen Pasien Covid, Pemerintah Tambah Pasokan 800 Ton dari Batam

·Bacaan 2 menit
Sebuah tabung terlihat di tempat pengisian Oxygen Medical di kawasan Jalan Minang Kabau, Jakarta, Senin (28/6/2021). Permintaan pengisian oksigen di agen tabung oksigen di Jakarta alami peningkatan seiring lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi dalam satu pekan terakhir. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional ( KCP-PEN), menyatakan pemerintah tengah berupaya mencukupi ketersediaan oksigen bagi pasien akibat infeksi Virus Corona, khususnya untuk Pulau Jawa.

Salah satunya, menyediakan oksigen dari Batam.

"Kemarin teridentifikasi ada tambahan oksigen yang bisa ditarik dari Pulau Batam sebesar 800 ton dan sekarang iso tank sudah dikirim ke sana untuk ditarik ke Pulau Jawa," kata Airlangga saat jumpa pers daring, Rabu (7/7/2021).

Selain itu, lanjut Airlangga, pemerintah mencari tambahan pasokan dengan pengalihan kapasitas ketersediaan, baik dari produksi nasional yang ada di jawa mau pun pengiriman internasional.

"Stok di luar Jawa mau pun juga ada beberapa oxygenator yang akan dimasukkan ke Indonesia, pemerimtah menggunakan seluruh fasilitas yang ada," jelas Airlangga.

Secara rinci, Airlangga menjanjikan, hal itu akan dirilis oleh Kementerian Perindustrian saat ketersediaan logistik sudah siap terdistribusi.

"Jadi ada beberapa yg sedang ada pipelne dalam waktunya akan dijelaskan secara logistik tersedia oleh menteri perindustrian," Airlangga menandasi soal oksigen.

Pesan Oxygen Concentrator dari Singapura

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan pemerintah telah memesan 10.000 oksigen konsentrator dari Singapura. Hal ini untuk mengatasi kelangkaan tabung oksigen akibat lonjakan kasus Covid-19 di Indomesia.

"Sekarang sudah ada kita pesan 10.000 dan sebagian sudah mulai datang pakai pesawat Hercules dari Singapura dan juga kita akan ambil dari tempat lain, bila kita rasakan masih ada kekurangan," kata Luhut dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (6/7/2021).

Menurut dia, oksigen konsentrator mengambil udara bebas yang kemudian diproses dan dapat dihirup. Luhut menyebut oksigen konsentrator nantinya diperuntukkan bagi pasien bergejala ringan.

"Kita arahkan supaya (tabung) oksigen ini murni menolong orang yang diisolasi dan rawat intensif. Sedangkan, yang (gejala) ringan itu kita akan gunakan apa yang disebut oxygen concentrator," jelasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel