Penuhi oksigen, Kemenperin kerahkan industri siapkan "ISO tank"

·Bacaan 1 menit

Kementerian Perindustrian mengerahkan industri di dalam negeri memenuhi kebutuhan tangki ISO atau ISO tank, yang dibutuhkan untuk memobilisasi oksigen medis dari pabrik ke rumah sakit dan pusat pengisian oksigen atau filling station.

"Kami kerahkan semua sumber daya yang dimiliki, di antaranya kebijakan dan realokasi APBN Kemenperin untuk mengamankan pasokan dan distribusi oksigen medis," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita lewat keterangannya di Jakarta, Kamis.

Salah satu kendala yang dihadapi dalam pemenuhan kebutuhan oksigen medis bagi rumah sakit dan filling station adalah mobilisasi dari pabrik menggunakan ISO tank.

Baca juga: Kemenperin amankan produksi dan distribusi oksigen untuk medis

Menurut asesmen Kementerian Kesehatan per 3 Juli 2021, saat ini diperlukan tambahan 140 tangki ISO untuk mengamankan distribusi ke rumah sakit dan filling station.

Kemenperin telah menginventarisasi 265 unit ISO tank yang berpotensi dimobilisasi untuk mendistribusikan oksigen medis yang di antaranya berasal dari PT IMIP Morowali, PT Pertamina, PT Pupuk Indonesia, PT AICO Energy, PT Natgas Indonesia, PT. Risco Solusi Indonesia, PT Air Products Indonesia, PT Obsidian Stainless Steel, PT Jatim Petroleum Transport, dan perusahaan-perusahan KKKS yang dikoordinasikan oleh SKK Migas.

Demikian juga, yang berasal dari Pemerintah India dan tangki ISO yang dibeli dari realokasi APBN Kemenperin.

Dari jumlah tersebut, ada 132 unit ISO tank yang siap dioperasikan mengangkut oksigen untuk kebutuhan medis.

Sisanya, sedang dalam proses transportasi dan inspeksi untuk bisa siap digunakan dalam beberapa hari ke depan.

Baca juga: Pemerintah siapkan langkah penuhi kebutuhan oksigen-obat untuk COVID
Baca juga: Luhut minta penambahan oksigen untuk pasien COVID-19 dipercepat

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel